LampuHijau.co.id - Generasi milenial dikenal apatis terhadap politik. Maka dari itu, PDI Perjuangan wajib menghadirkan politik yang santun, beradab dan solutif, sehingga milenial nyaman berpolitik.
Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono di sela-sela Milenial Talks bersama Mang Ono Surono di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (16/03/2022).
Baca juga : PDI Perjuangan Akan Usung Ruhimat Sebagai Calon Bupati Subang 2024
Ono Surono mengatakan persepsi politik di kalangan milenial sesuatu yang kotor, sehingga politik menjadi bidang yang tidak mau dimasuki kaum milenial, makanya menjadi tantangan baginya dan temen-teman di PDI Perjuangan.
"Kita harus meyakinkan pada kalangan milenial bahwa mereka pun akan sangat berhubungan dengan kebijakan pemerintah," ucap Ono Surono disampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Maman Yudia dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Niko Rinaldo.
Baca juga : Gelar Vaksinasi Booster, PDI Perjuangan Dan Polres Subang Diapresiasi Warga
Kebijakan pemerintah tersebut, kata Ono, terkait pemberdayaan milenial dalam 10 bidang, baik industri kreatif, petanian, kelautan, perikanan, sosial dan lainnya.
"Mereka perlu mengakses terkait progran pemerintah. Program pemerintah maka terkait dengan politik, siapapun bupati, gubernur, presiden, legislatifnya, mau tidak mau harus bicara politik," ujarnya.
Baca juga : DPC PDI Perjuangan Bersama Polres Subang Gelar Vaksinasi Booster
Makanya, lanjut Ono, PDI Perjuangan wajib menghadirkan politik yang santun, beradab, menyelesaikan masalah atau solutif, dan tidak marah-marah, sehingga kalangan milenial merasa nyaman.
Selain merasa nyaman, kata Ono, harapan mereka terkait aktivitas sehari-hari berupa usahanya terwadahi oleh partai politik. "Mereka pun jadi nyaman dalam berpolitik," pungkasnya. (MGN)