Elektabilitas Paling Tinggi, Ono Surono Didukung Nyalon Gubernur Jawa Barat

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Maman Yudia, dan Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Niko Rinaldo di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Rabu (16/3/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Rabu, 16 Maret 2022, 20:53 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Ketua PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono paling tinggi tingkat elektabilitas dibandingkan ketua partai lain yaitu sebesar 22,3 persen. Hal ini hasil dari survei Indonesia Political Opinion (IPO).

Menurut Ono Surono, hasil survei yang menunjukkan elektabilitas paling tinggi dibandingkan ketua partai lain, karena ia sering keliling ke 27 kabupaten/kota yang berada di Jawa Barat.

Keliling tersebut, lanjut Ono, untuk memastikan tiga pilar partai mulai struktural, pengurus, legislatif, dan bupati atau walikota menjalankan kerja-kerja partai dengan baik.

"Saya belum deklarasi, karena di PDI Perjuangan ada aturan bahwa keputusan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur ada di DPP," ucap Ono Surono di Sekretariat DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (16/03/2022).

Baca juga : Demi Totalitas Akting di Sinetron Juara Dunia Nadya Purnama Nangis Saat Baca Skenario

Maka dari itu, kata Ono, pihaknya fokus pada Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 14 Februari 2024 supaya menang. "Kemenangan akan menjadi tiket, siapaun calon kepala daerahnya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang Maman Yudia mengatakan, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang konsisten ingin kadernya mendapatkan prioritas untuk maju sebagai calon kepala daerah.

Hal ini, lanjutnya, sesuai dengan anturan DPP yang memprioritaskan kadernya. Untuk di Jawa Barat, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono memiliki kesempatan tersebut.

"Keinginan kami pak Ono, Kader PDI Perjuangan dapat prioritas untuk calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat. Kami sangat dukung pak Ono untuk Calon Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat," ujar Maman Yudia didampingi Sekretaris DPC PDI Perjuangan Niko Rinaldo.

Baca juga : Menjabat Lagi, Sekjen KSPI Siap Dukung Polri Jaga Kamtibmas

Sementara itu, Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menjelaskan, PDI Perjuangan mengalami peningkatan elektabilitas dan popularitas di Jawa Barat, hal itu ia sebut sebagai faktor yang ikut mempengaruhi peningkatan elektabilitas ketuanya.

“PDIP alami peningkatan signifikan beberapa bulan ini, bisa saja ini dipengaruhi kepemimpinan Ono Surono, karena di sisi lain ketokohan Ketua PDIP Jawa Barat juga turut alami penambahan sebaran pemilih, bahkan yang tertinggi di antara ketua Parpol lainnya," jelas Dedi.

Dedi menambahkan jika temuan ini menarik, menurutnya selama periode survei di tahun sebelumnya, nama yang kerap muncul ke permukaan publik Jawa Barat hanya seputar Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi dan tokoh lain yang pernah ikuti kontestasi kepala daerah atau tokoh nasional dari kalangan publik figur.

“Temuan ini bisa saja penanda jika di tahun mendatang justru Ono Surono menjadi kuda hitam dalam kontestasi politik di Jawa Barat, bahkan terpaut jauh dengan Wagub Uu Ruzhanul Ulum,” tambahnya.

Baca juga : Survei TBRC: Elektabilitas Airlangga Tinggi, Rakyat makin Ingin Perubahan

Sementara itu, elektabilitas Ono Surono cukup jauh tokoh yang berada di bawahnya, yakni Ketua PAN Jawa Barat Desy Ratnasari dengan persentase 11,1 persen, lalu Ketua PKS Haru Suandharu 2,1 persen, Ketua PPP Ade Yasin 1,7 persen, Ketua Nasdem Saan Mustopa 1,1 persen, Ketua Golkar Ace Hasan Sadzily 0,1 persen, Ketua Gerindra Taufik Hidayat 0,1, dan Ketua PKB, Demokrat serta Perindo 0,0 persen.

Survei dilakukan IPO ini secara khusus mengkaji persepsi publik di Jawa Barat. Survei IPO dilakukan pada 1-7 Maret 2022, dengan metode wawancara kepada 880 responden yang tersebar proporsional di Jawa Barat. Memiliki perhitungan toleransi kesalahan (margin of error) 2,90 persen dengan tingkat akurasi data 95 persen. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal