Nilai Transaksi APMK Tinggi, Wisatawan Memengaruhi Ekonomi Kota Cirebon

Rabu, 22 Mei 2019, 17:07 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon mencatat, nilai transaksi non tunai dengan kartu debit dan kredit atau melalui Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (APMK) di Kota Cirebon paling tinggi dibandingkan daerah lainnya.

Kepala KPw BI Cirebon Abdul Majid Ikram mengatakan, total nilai transaksi APMK di wilayah kerjanya pada Januari 2019 mencapai Rp8,5 triliun. Paling tinggi dibandingkan Februari 2019 dan Maret 2019, yakni Rp6,3 triliun dan Rp6,1 triliun. Namun, pada Desember 2018 nilai transaksi APMK lebih tinggi dibandingkan pada Januari 2019, yakni Rp8,7 triliun. Untuk Oktober 2018 dan November 2018, nilai transaksi APMK masih tinggi mencapai Rp8,2 triliun dan Rp7,8 triliun.

Baca juga : Wali Kota Minta Lulusan Terbaik FK UGJ Bekerja di RS Gunung Jati Kota Cirebon

Ia menegaskan, nilai transaksi APMK tinggi pada saat musim liburan membuktikan begitu besar pengaruh dari wisatawan. Sebab, di luar musim liburan, nilai transaksi APMK menurun yang dibuktikan dengan data pada Februari 2019 dan Maret 2019.

"Tingginya nilai transaksi APMK tidak lain karena banyaknya wisatawan yang datang ke Ciayumajakuning. Wisatawan melakukan transaksi APMK karena mereka biasanya tidak banyak membawa uang tunai," kata Abdul Majid Ikram kepada wartawan di Kantor KPw BI Cirebon, Rabu (22/5/2019).

Baca juga : Pemilu Serentak, Wali Kota Yakin PSU Tak Terjadi Lagi di Kota Cirebon

Transaksi APMK, lanjutnya, masih di dominasi di Kota Cirebon. Kabupaten Kuningan relatif lebih rendah transaksinya dibandingkan daerah lainnya. "Saya heran Kabupaten Kuningan banyak objek wisata tapi nilai transaksi APMK rendah," ucapnya.

Nilai transaksi APMK di Kota Cirebon paling tinggi di Oktober 2018 mencapai Rp2,65 triliun, dan yamg paling rendah pada Februari 2019 mencapai Rp1,6 triliun. Kabupaten Kuningan terendah mencapai Rp760 miliar (Oktober 2018) dan tertinggi Rp981 miliar (Desember 2018).

Baca juga : Bebaskan dari Limbah Plastik dan Minyak, OEOC dan GreenCycle Telusuri Kali Bekasi

Tingginya transaksi APMK, kata Majid, membuktikan ekonomi Kota Cirebon cukup bagus. "Pemerintah daerah harus terus menarik wisatawan. Sebab kekuatan ekonomi Kota Cirebon masih bertumpu kepada wisatawan," tegas Majid.

Maka dari itu, lanjutnya, Ramadan dan libur Lebaran jangan sampai disia-siakan untuk menggaet wisatawan agar datang ke Kota Cirebon. "Mudah-mudahan libur 11 hari dapat keuntungan dari banyaknya wisatawan berbelanja di Kota Cirebon," ucapnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal