LampuHijau.co.id - Seorang pria mengaku sopir kontainer PT Sheba Indah membawa kabur sepeda motor Honda Vario putih merah bernopol T 5923 YM milik AH (56), pedagang nasi uduk asal Desa/Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Menurut anak dari AH, RK (24), kejadian menimpa ayahnya berawal saat ada pria datang ke rumahnya yang tidak jauh dari PT Sheba Indah untuk membeli nasi uduk. Pria tersebut mengaku sebagai sopir kontainer PT Sheba Indah.
"Orang itu ngobrol dengan bapak saya sambil sarapan. Dia ngaku orang Sumedang terus nanya bapak saya orang mana. Dijawab orang Majalengka, eh dia ngaku istrinya orang Majalengka," ucap RK kepada Lampu Hijau, kemarin.
Baca juga : 385 Karyawan PT Sheba Indah Mengikuti Vaksinasi Dosis Kedua
Orang itu, lanjut RK, menyampaikan kepada ayahnya sedang mencari kontrakan. Ayah RK menawarkan kontrakan di belakang rumah, tetapi tidak mau. Alasannya, dia ingin yang besar karena akan ajak anak istrinya.
"Setelah ngobrol, dia minta anter cari kontrakan, ya bapak saya bantu. Dibawa ke beberapa kontrakan, tapi nggak ada yang cocok. Terus minta yang serumah, ada BTN Hapsari Residence, pas dilihat katanya cocok," ucap RK.
Selain cocok tempatnya, lanjut RK, tarif sewa kontrakannya pun sudah sepakat, tapi karena yang punya kontrakan tidak berada di Subang, pembayarannya melalui transfer. Kontrakan pun katanya akan langsung ditempati orang tersebut.
"Bapak saya bantuin beres-beres rumah BTN, karena mau langsung ditempati dia katanya. Pas sudah beres, dia pinjem sepeda motor mau transfer. Bapak saya sadar kasih kunci sepeda motor, tapi belum sadar dia niat jahat," ucapnya.
Setelah ditunggu lama, lanjutnya, orang itu tidak juga kembali. AH akhirnya langsung mengecek ke PT Sheba Indah, dan satpam tidak ada yang tahu. Malah ternyata, pada Senin, 7 Februari 2022, tersebut, tidak ada masuk kontener.
"Nah disitu bapak baru sadar ditipu, sepeda motor dibawa kabur. Sepeda motor dipinjem sampe sekarang gada balik lagi. Orang itu, ciri-cirinya tinggi, putih berisi rapih, waktu ke sini memakai kaos warna biru," ucap RK.
Kata alumni SMAN 1 Purwadadi ini, atas kejadian tersebut selanjutnya melapor kepada Polsek Purwadadi untuk proses penyelidikan. "Kerugian sekitar Rp 22 juta-an. Semoga saja pelakunya segera ditangkap," harapannya. (MGN)