Dandim Gelar Silaturahmi Kebangsaan ke Ponpes Raudlatul Hasanah Subang

Dandim 0605/Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto melakukan silaturahmi Kebangsaan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Hasanah Subang, di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Subang, Kamis (10/2/2022). FOTO: MANGUN WIJAYA/LAMPU HIJAU
Kamis, 10 Februari 2022, 20:58 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dandim 0605/Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto melakukan silaturahmi Kebangsaan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Raudlatul Hasanah Subang, di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Subang, Kamis (10/2/2022).

Dandim 0605/Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto saat silaturahmi diterima langsung Pimpinan Ponpes Raudlatul Hasanah Subang KH Abdul Mu'min.

Dandim 0605/Subang Letkol Czi Irsad Wilyarto mengatakan, Kodim 0605/Subang mengadakan kegiatan untuk penanaman wawasan kebangsaan kepada santri di ponpes di wilayahnya.

Baca juga : Elita Budiarti Didukung untuk Maju sebagai Calon Bupati Subang

"Kita menanamkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup, ideologi bangsa, dan dasar negara kepada santri di pesantren-pesantren," ucap Dandim.

Karena, kata Dandim, santri selain belajar pengetahun formal, juga dapat ilmu agama. "Dalam ilmu agama berpegang kepada al-quran, tapi dalam berbangsa dan negara, berpegangnya kepada Pancasila," ucapnya.

Pancasila, lanjut Dandim, sebenarnya bagian dari dalam alquran, sebab bapak bangsa Indonesia dulu mencetuskan Pancasila mengambil dari alquran.

Baca juga : Hadiri Pelantikan Kades Cinangsi dan Kades Majasari, Kapolres Subang: Kades Jangan Korupsi!

"Dulu yang mencetuskan Pancasila juga satu tim di dalamnya ada para ulama, dan kiai. Maka dengan berpegang kepada Pancasila, Indonesia akan tetap kuat menuju Indonesia emas," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Raudlatul Hasanah Subang KH Abdul Mu'min mengatakan dengan adanya sosialisasi TNI ke pesantren berarti sudah sesuai dengan harapannya.

Karena, lanjutnya, selaku ulama yang tahu pentingnya menjaga negara, sehingga ada ungkapan cinta tanah air sebagian dari iman. Maka, pesantren adalah gubuk-gubuk pertahanan negara.

Baca juga : Polres Subang Vaksinasi 500 Orang di Ponpes Assalam dan SMAN 1 Pabuaran

"Kami ingin yang jadi TNI yah santri, jadi TNI bukan hanya mengerti agama, tapi TNI berpancasila, bermanfaat bagi masyarakat, dan ditunggu masyarakat," ucap Kiai Maung, sapaan akrabnya.

Makanya, Kiai Maung merasa bangga sekali dan menyambut dengan baik kedatangan dari TNI, karena pihaknya merasa khawatir dengan radikalisme yang sudah masuk berbagai lini.

"Karena di Indonesia banyak paham - paham salafi, wahabi, dan syiah, ini berbahaya, akan menghancurkan negara. Yang pasti, NU adalah NKRI, NKRI yah NU," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal