LampuHijau.co.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang meminta pengelola tempat wisata membentuk Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Penanganan Sampah, agar sampah yang ada tidak mengganggu kenyamanan pengunjung.
Kepala DLH Kabupaten Subang Hidayat mengatakan, tempat wisata saat weekend atau akhir pekan, jumlah pengunjungnya meningkat, sehingga estimasi sampah yang dihasilkan dari satu tempat wisata bisa hingga satu ton.
Baca juga : Polresta Malang Kota Amankan Pengedar Narkoba Jenis Sabu dan Ganja
Namun, kata Hidayat, tempat wisata saat weekday atau hari biasa sering sepi pengunjung paling menghasilkan satu hingga dua kuintal. "Banyak sedikitnya sampah tergantung besar kecilnya tempat wisata tersebut," ucap Hidayat.
Kata Hidayat, semakin besar tempat wisata, dan semakin banyak pengunjungnya tentunya akan semakin banyak menghasilkan sampah.
Baca juga : Johan Minta Perbaikan UU Cipta Kerja Harus Berpihak Terhadap Pangan Nasional
Maka dari itu, penting setiap pengelola tempat wisata membentuk Satgasus Penanganan Sampah. Sebab, adanya satgasus akan memudahkan dalam penanganan sampah di wilayahnya.
"Satgasus nanti yang memilah sampah organik dan anorganik, yang sampah ke dikirim ke bank sampah dan budidaya maggot, serta koordinasi pengangkutan sampah ke TPA," ucap Hidayat saat di kantornya, Kamis (13/01/2022).
Baca juga : Kapolres Subang Ingatkan Pentingnya Prokes ke Pelajar SMAN 1 Patokbeusi
Kata Hidayat, sampah yang diangkut ke TPA hanya residu atau sampah yang tidak bisa diolah lagi. Pengangkutan sampah ke TPA dengan pola kerja sama yang diatur dengan peraturan daerah (perda) yang nanti akan ada retribusi.
Jadi, tegas Hidayat, selain mengedukasi masyarakat untuk menjadikan sampah sebagai rezeki, juga dapat memberikan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pengangkutan sampah. (MGN)