LampuHijau.co.id - Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto mengatakan, alat Mekanis Multiguna Desa (AMMDes)-KMW (Kreasi Mandiri Wintor) mulai dipasarkan pada April 2019 mendatang. Karya anak bangsa ini, diharap dapat menjawab kebutuhan petani dan dapat berkontribusi secara nyata dalam meningkatkan laju perekonomian masyarakat di pedesaan.
"Tentunya AMMDes diharapkan menjadi solusi untuk kebutuhan kendaraan. Bahkan juga salah satunya sedang diuji coba atau didesain menjadi ambulans pedesaan. Dari berbagai wilayah Indonesia, banyak daerah sulit terjangkau, dan angkutan ini bisa off road, diharapkan bisa membantu, menjangkau masyarakat," papar Airlangga di PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI), di Citeureup, Kabupaten Bogor, Selasa (26/3/2019).
"Uji tipe sudah dilakukan di Kementerian Perhubungan, dan ini dalam waktu dekat akan dibuatkan sertifikasi. Uji coba dilakukan di Palu, di Buntilan, Jawa Tengah, kemudian ada di Lampung dan di Bogor," imbuhnya.
Baca juga : Gugatan LAI Soal Portal Jalan Sungai Turi Kandas
Setelah melalui berbagai tahapan pengembangan dan uji coba, model AMMDes-KMW yang resmi mulai dipasarkan pada April 2019 ini adalah model dasar, yaitu unit yang dilengkapi dengan flat deck dan fitur power take off (PTO). AMMDes-KMW juga dapat difungsikan sebagai penjernih air dan telah diuji coba untuk membantu korban bencana alam di Palu, dalam memenuhi kebutuhan air bersih dan air minum.
Pemasaran AMMDes-KMW juga akan disertai dengan penjualan peralatan penunjang produksi seperti pompa irigasi, perontok padi, pengolah jagung, pembuat serpihan es, penjernih air, alat panen pisang, dan lain sebagainya yang akan dijual secara terpisah. Produksi AMMDes-KMW disebut sebagai salah satu langkah dalam mendukung kemandirian industri nasional, melalui kerja sama dengan kurang lebih 60 industri dalam negeri sebagai pemasok komponen AMMDes-KMW.
Karya anak bangsa ini diproduksi di lahan seluas 7 hektar, dengan total kapasitas produksi sebesar 3.000 unit di tahun 2019 dan dapat ditingkatkan sampai 15.000 unit pada tahun-tahun berikutnya sesuai dengan permintaan pasar.
Baca juga : Danrem 063/SGJ Tutup Kegiatan TMMD di Kuningan
"Untuk lokal komponen sendiri hampir 90 persen, by unit. Mesin masih ada yang impor," kata Airlangga.
PT KMWI menerapkan KMWI Production System, yang mengusung konsep lean manufacturing yang akan dikembangkan menuju Smart Factory. Konsep ini merupakan implementasi dari Industri 4.0 pada industri manufaktur, dengan mengaplikasikan sistem konektivitas yang menghubungkan data-data pada shop floor seperti informasi detil pada setiap unit, dengan data di ruang kontrol untuk memonitor kondisi proses produksi dan pengambilan keputusan produksi.
Selain itu, KMWI Production System juga menjamin kualitas produk AMMDes-KMW yang akan dipasarkan melalui sistem quality built in process di dalam proses produksinya dan disempurnakan melalui final inspection process, sehingga produk yang akan dipasarkan nantinya telah lolos uji kualitas dan kelengkapan. (Sol)