LampuHijau.co.id - Pemkab Lumajang pada Kamis (16/12/2021), memutuskan berakhirnya masa tanggap darurat atas Erupsi Semeru. Pencarian dan penyisiran korban hilang dihentikan walaupun diduga masih cukup banyak warga yang hilang.
Kondisi tersebut membuat Indonesia CARE menginisiasi gelaran tahlil bersama relawan dan masyarakat di kawasan zona merah Kecamatan Candi Puro, Kamis (16/12) malam. Program yang diinisiasi Indonesia Care bersama KAHMI Wilayah Jawa Timur dan Daerah Lumajang tersebut, akan digelar setiap malam Jumat dari masjid atau musala ke masjid atau mushola lainnya.
"Kami upayakan program ini bisa berlangsung terus sebagai bagian dari program mitigasi spiritual," ujar Direktur Indonesia Care Lukman Azis kepada media, di lokasi kegiatan tahlil bersama masyarakat Desa Sumber Wuluh di Masjid Al Amin.
Baca juga : Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Gelar Reses di Pabuaran

Hadir dalam kegiatan tersebut Kordinator Presidium Majelis Wilayah Korps Alumni HMI Jawa Timur Edi Purwanto, Ketua Cabang Indonesia Care Jawa Timur Mandiri Ratu Warang Agung, serta sejumlah relawan dari Indonesia Care, KAHMI, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Brigade Relawan Nusantara (BRN), DT Peduli, Wanita Perisai Syarikat Islam, SAGA Jakarta, dan lain-lain.
Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Jawa Timur Edi Purwanto menilai, kegiatan seperti ini merupakan upaya menyeimbangkan apa yang telah dikerjakan pemerintah dan para relawan dalam mitigasi bencana. "Kami sebut sebagai mitigasi spiritual," tegasnya.
Baca juga : Kasat Lantas Polres Karawang Gelar Dikmas kepada Komunitas Gerkatin
Kegiatan ini merupakan ajakan kepada segenap relawan dan masyarakat lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. "Sebuah bencana tak akan terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menggerakkan. Karenanya, selain usaha bersifat fisik berupa pembuatan tanggul, relokasi, pemetaan lokasi bencana, dan lain-lain, juga perlu dilihat dari sisi spiritual yaitu sikap dan perilaku kita terhadap Tuhannya dalam memperlakukan alam ini," ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Indonesia CARE Jawa Timur Mandiri Ratu Warang Agung menjelaskan, tujuan kegiatan tahlil tersebut sebagai upaya memberikan ketenangan bagi warga di lokasi terdampak bencana. "Ini pengejawantahan dari QS Ar Rad ayat 28, karena hanya dengan mengingat Allah sajalah hati menjadi tenang. Dan warga dalam kondisi gelisah dan tidak tenang akibat bencana ini. Karenanya, kita ajak semua untuk mendekatkan diri pada sang pencipta," ujar penanggung jawab posko Indonesia Care di Lumajang ini.
Kegiatan ini, lanjut Warang Agung, merupakan yang pertama dilakukan sejak peristiwa erupsi Semeru. "Kita melihat selama ini fokus perhatian semua pihak hanya di urusan bantuan logistik, pencarian korban, dan kegiatan fisik lainnya. Sedangkan masalah spiritualnya belum tersentuh," ungkapnya. (YUD)