LampuHijau.co.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang akan terus berupaya untuk merubah pradigma dari angkut sampah menjadi mengolah sampah, sehingga masyarakat dapat rezeki.
Kepala DLH Kabupaten Subang Hidayat mengatakan, penanganan sampah harus sistemik dan koordinatif. Penanganan sampah pun ada tiga tahapannya.
"Pertama, penanganan cepat darurat, karena cepat darurat, maka harus mengambil langkah-langkah cepat," ucapnya, Kamis (16/12/2021).
Baca juga : Dinkes Subang Terjunkan 300 Nakes Layani Masyarakat Saat Libur Nataru
Kedua, lanjut mantan Kepala BPBD Kabupaten Subang, ini, harus dilakukan koordinasi semua stakeholder.
"Ketiga, konsep yang disepakati bersama antar stakeholder sehingga akan jadi bahan kebijakan untuk ke depannya," ucapnya.
Maka, menurut Hidayat, kalau bicara sampah maka paradigma diubah bukan angkut, tapi mengolah sampah. Sampah sekarang menjadi beban dan kendala, tapi di balik sampah jadi sumber rezeki.
Baca juga : Dishub Subang Akan Pasang CCTV di 14 Titik Rawan Kemacetan dan Kecelakaan
"Polanya ada tiga segmen yang harus dilakukan di hulu, kita hidupkan lagi bank sampah, maggot, dan sampah dibakar tanpa menimbulkan polusi," ujarnya.
Untuk itu, lanjutnya, harus dipertajam ke depan agar pradigma dari mengangkut sampah menjadi mengolah sampah sehingga bisa menghasilkan uang.
"Memang idealis, tapi itu bisa dilakukan, karena sudah dibuktikan teman - teman komunitas Maggot, sampah jadi uang tapi perlu waktu dan edukasi," ujarnya.
Baca juga : Warga Pamanukan Keluhkan Tumpukan Sampah di Sungai Cigadung
Maka dari itu, Hidayat minta dukungan dan partisipasi media mengedukasi masyarakat, sampah bukan diangkut, tapi mengolah sampah menjadi uang.
"Ketika armada sampah mengangggur tidak angkut sampah, berarti penanganan sampah dianggap berhasil. Karena, sampah begitu diolah bisa menghasilkan uang," ujarnya. (MGN)