Pembangunan Jalan Baru dan Cetak Sawah agar Subang Bisa Lebih Baik

Selasa, 14 Desember 2021, 22:49 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Subang membangun jalan baru dan cetak sawah agar ke depan Kabupaten Subang tidak kesulitan akses jalan, dan pangan terjamin di tengan industrilisasi.

Bupati Subang Ruhimat menjelaskan pembangunan jalan baru supaya 50 tahun hingga 100 tahun ke depan generasi Subang tidak perlu pusing lagi untuk membuat dan melebarkan jalan.

"Kalau tidak dari sekarang persiapan akan anak cucu kita saat jadi bupati akan lebih pusing," ucap Ruhimat saat menghadiri Pendidikan Kader Pratama digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang di Hotel Nalendra Plaza Subang, Jawa Barat, Selasa (14/12/2021).

Sebab, lanjutnya, ke depan harga lahan akan semakin malah. Hal ini dibuktikan niat pelebaran Jalan Pasirkareumbi - Wisma Karya tidak terwujud karena lahan mahal dan banyak bangunan.

Baca juga : Pemprov Jawa Barat Beri Penghargaan kepada Subang sebagai Kabupaten ODF

Makanya, Ruhimat membuat langkah untuk membangun jalan baru, yakni Jalan Cipeundeuy-Serangpanjang, dan Jalan Cilamaya-Patimban. Dua jalan ini sangat penting di tengah industrilisasi.

"Dua jalan tersebut sudah masuk Perpres (Peraturan Presiden) pada 2022 akan dibangun. Kalau tidak dibangun Pemda Subang, mau masuk Perpes gimana karena masih hutan," ucapnya.

Selain membangun jalan baru, lanjut Ruhimat, akan mencetak sawah, karena ketahanan pangan sangat penting. "Secanggih apapun industri, beras tidak bisa diganti dengan plastik," ucapnya.

Pihaknya berencana cetak sawah, supaya industri tetap jalan, tapi masyarakat tidak kekurangan beras. "Untuk pembangunan jalan baru dan cetak sawah menggunakan lahan eks hak guna usaha yang dikuasai PTPN yang habis hak guna usahanya pada 20 tahun lalu," ucap Ruhimat.

Baca juga : Warga Pamanukan Keluhkan Tumpukan Sampah di Sungai Cigadung

Saat ini, tambahnya, Pemda Subang, tengah mengajukan 20 persen dari 16.000 hektar atau sekitar 3.200 hektar lahan eks HGU PTPN yang masa HGU telah habis.

Makanya, Ruhimat pun harus menemui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"Saya sedang perjuangkan untuk dapat 20 persen, dan tidak bisa semudah begitu saja ambil alih," ucap Ketua Dewan Pertimbangan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang, ini.

Makanya, Ruhimat pun mohon doa dan dukungan supaya perjuangannya bisa dipermudah sehingga Kabupaten Subang esok bisa lebih baik.

Baca juga : Satgas Yakin Varian Baru tidak Akan Ciptakan Gelombang Ketiga Covid-19

"Karena lahan itu, selain untuk jalan baru dan cetak sawah, tapi juga untuk pemukiman warga miskin dan pusat pemerintahan," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal