Satpol PP Jaring Waria di Apartemen Modernland, Jessica: Biasanya Aman

Minggu, 19 Mei 2019, 19:08 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Razia yang digelar petugas Satpol PP Kota Tangerang di Apartemen Modernland Tangerang, Kamis (16/5) hingga Sabtu(18/5) malam, menjaring empat orang waria.

Menurut Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang Ghufron Falfeli, razia digelar karena banyak laporan praktik prostitusi di Apartemen Modernland Kota Tangerang semarak. Bahkan, tak hanya wanita sungguhan yang menjajakan diri kepada pria penikmat seks. Lanjutnya, para waria turut menjadi pekerja seks di apartemen itu.

Ghufron menuturkan, operasi dilakukan untuk menegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Tangerang No. 8/2005 tentang Pelarangan Pelacuran. "Dari hasil operasi penegakan Perda, kami menjaring empat orang waria pekerja seks di apartemen," ujarnya.

Baca juga : Over Dosis Obat Hajar Jahanam, Dirut di Tangerang Tewas Usai Bercinta Ama PSK

Kata Ghufron, keempat waria yang terjaring dalam sebuah kamar di lantai VII Green Tower Apartemen Modernland tersebut antara lain bernama samaran Jessica, Meinanda, Febi, dan Made. "Modusnya online melalui sebuah aplikasi di media sosial," ucapnya.

Para waria tersebut digiring ke Markas Komando Satpol PP. Dari tangan para waria pula, barang bukti yang berhasil diamankan adalah satu pak kondom dan empat unit ponsel.

Terhadap waria tadi, petugas melakukan pendataan dan pemeriksaan. Setelahnya, petugas melepaskan atau memperbolehkan pekerja seks tersebut pulang.

Baca juga : Menyikapi Pasca Pemilu, Para Tokoh Kota Cirebon Minta Jaga Persatuan

Sementara, Jessica mengaku baru satu bulan tinggal di Apartemen Modernland. Waria asal Nusa Tenggara Timur itu juga mengaku baru pertama kali terjaring petugas. Waria 27 tahun itu menyebut bahwa Apartemen Modernland begitu aman. Sehingga, ia mengaku kaget ketika terjaring petugas.

"Biasanya aman. Baru kali ini dibawa petugas," katanya sambil tertunduk malu.

Ia juga mengaku, memanfaatkan aplikasi percakapan michat untuk mendapatkan pelanggan. Dalam menawarkan diri, ia menipu pelanggan. Pasalnya, dalam proses interaksi di media sosial dengan calon pelanggannya ia mengaku seorang wanita sungguhan. Namun ketika berkencan, ia merupakan waria.

Baca juga : Libatkan 150 Personel, Kapolres Indramayu Pimpin Pengamanan Gereja

"Agar pelanggan tertarik. Saya sehari biasanya dapat tiga tamu di media sosial. Tarif awal saya patok Rp500 ribu, tapi Rp150 ribu juga nggak apa-apa," paparnya. (WAH)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal