LampuHijau.co.id - Vaksinasi dinilai masih cukup efektif untuk melawan varian baru Covid-19. Maka dari itu, masyarakat yang belum divaksinasi agar segera melakukan vaksinasi di fasilitas vaksinasi terdekat.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan banyak postingan di media sosial yang menyebutkan varian baru Covid-19 Omicron sangat berbahaya.
Namun, kata dr Maxi, informasi yang beredar tersebut bohong atau hoaks, karena yang positif varian Omicron belum ada yang meninggal dunia. Dan, Omicron belum ada di Indonesia.
Baca juga : Patuhi Prokes! Kasus Aktif Melandai bukan Menandakan Ketiadaan Covid-19
"Sampai hari ini, Omicron menular lebih cepat dari varian Delta, tapi soal angka kematian belum ada yang mati karena Omicron," ucap dr Maxi di kantornya, Kabupaten Subang, Senin (6/12/2021).
Maka dari itu, dr Maxi minta masyarakat yang sudah divaksinasi agar tetap percaya diri (PD), tapi tetap waspada dengan selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas.
"Varian baru akan silih berganti munculnya, karena virus sejatinya muncul varian baru, tapi vaksinasi masih cukup efektif melawan varian baru Covid-19," tegasnya.
Baca juga : Dinkes Subang Ingatkan Masyarakat Agar Waspada Varian Baru Covid-19
Kata pemilik Klinik Happy Healthy tersebut, bukti vaksinasi efektif melawan Covid-19, yakni semakin menurunnya angka kasus aktif Covid-19 di wilayah Kabupaten Subang.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang tersebut menambahkan untuk cakupan vaksinasi dosis pertama total sudah 65 persen atau tinggal 5 persen menuju 70 persen.
Sementara, tambah dr Maxi, untuk cakupan vaksinasi dosis pertama lanjut usia (lansia) sudah 59,19 persen atau 0,81 persen menuju 60 persen.
Baca juga : Panglima TNI dan Kapolri Apresiasi Forkopimda Jatim dalam Penanganan Covid-19
"Mudah - mudahan maksimal pertengahan bulan ini cakupan vaksinasi dosis pertama total sudah 70 persen dan dosis pertama lansia 60 persen," pungkasnya. (MGN)