LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang pada tahun ini mencatat 92 orang terkonfirmasi positif human immunodeficiency virus (HIV). Jumlah ini, lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu, sebanyak 240 orang.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, sampai tahun lalu jumlah kasus HIV di Kabupaten Subang sampai 2.400 orang.
"Tahun lalu kasus baru HIV ada 240 orang, tapi tahun ini baru 92 orang terkonfirmasi positif HIV, " ujar dr Maxi usai pantau vaksinasi Covid-19 secara massal yang digelar BIN Daerah Jawa Barat di Kantor Desa Sukamandijaya, Kecamatan Ciasem, Kabupaten Subang, Rabu (1/12/2021).
Baca juga : Ayo Ikut Vaksinasi! Kabupaten Subang Semakin Dekat Menuju PPKM Level 1
Sementara itu, tambah pemilik Klinik Happy Healthy, tersebut belum terkonfirmasi ada 60 orang. "Untuk menegakan diagnosa HIV ada tiga tes yang harus dilakukan," ucapnya.
Namun, lanjut dr Maxi, baru punya satu alat tes yang positif, sehingga harus ada tes yang kedua dan ketiga. Dinasnya, baru akan mendapatkan alat tes tersebut pada tahun ini.
"Mudah-mudahan yang 60 orang segera diverifikasi kalau positif berarti tahun ini menambah 152 orang. Namun, secara jumlah tetap lebih rendah dibandingkan tahun lalu," ucap dr Maxi.
Baca juga : Kadinkes Subang Jenguk Veteran Asal Desa Kihiyang Derita Penyakit Stroke
Menurutnya, penurunan kasus baru positif HIV karena awal-awal tahun ini terdapat banyak pembatasan tempat publik, terutama tempat-tempat wisata yang semua pada tutup.
Akhirnya, kata dr Maxi, orang-orang yang menjajakan seks pada pulang kampung. Selain itu, orang-orang yang HIV positif rata-rata sudah meminum obat antivirus.
"Kalau minum obat antivirus biasanya daya tularnya menjadi rendah. Walaupun masih nakal berbuat seks tidak aman, akan tetapi daya tularnya menjadi berkurang," pungkasnya. (MGN)