LampuHijau.co.id - Memproduksi kain jumputan bisa jadi pilihan tepat bagi generasi muda untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Sebab, produk dibuat dengan bahan alami ini mempunyai nilai yang tinggi.
Hal tersebut dibenarkan Nuri Ningsih Hidayati, pemilik Marenggo Natural Dyes, asal Kabupaten Sleman saat berada di Ponpes Raudlatul Hasanah Subang, Selasa (09/11/2021).
Nuri menjelaskan kain jumputan di tempatnya paling murah harganya Rp 300 ribu hingga Rp3 juta per helai kainnya, tergantung kepada tingkat kesulitan, bahan kainnya, dan waktu pembuatannya.
Baca juga : Puan Ajak Generasi Muda Jangan Berhenti Bicara Kebhinekaan & Persatuan
Makanya, kata Nuri, generasi muda agar semangat untuk memproduksi kain jumputan yang tentunya harus pelatihan terlebih dahulu. "Beruntung anak-anak ini, dapat pelatihan," ucap Nuri.
Untuk itu, Nuri berpesan agar tidak mensia-siakan kesempatan latihan yang diberikan Kapolres Subang AKBP Sumarni kepada santri Ponpes Raudlatul Hasanah Subang, dan anak-anak dari BUMDes Cipunagara.
Sebab, kata Nuri, jika belajar membuat kain jumputan di tempatnya biayanya mahal. Untuk orang umum saja Rp2 juta hingga Rp2,5 juta untuk empat hari, dan Rp2 juta per hari bagi orang asing.
Baca juga : Disdukcapil Subang Jemput Bola Rekam Data Warga Cibogo tidak Bisa Berjalan
Nuri menyebut pelatihan bagi santri ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan ekonomi santri. Santri bisa berwirausaha dengan menyediakan souvenir bagi yang berkunjung ke ponpes.
"Anak-anak santri bisa bikin kain jumputan modelnya bentuk sarung jadi souvenir bagi yang berkunjung ke pondok pesantren atau dijual online karena semakin mudah," ucapnya.
Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Sumarni mengatakan kain jumputan bernilai tinggi. Bahkan, yang motifnya bagus bisa Rp800 ribu sampai Rp1 Juta per helai kainnya karena kain tersebut menggunakan perwarna alami.
Baca juga : Forkopimda Jatim Kunjungi Para Atlet Usai Berlaga di PON XX Papua
"Kita sampaikan agar mereka membuat yang sebaik dan sebagus mungkin. Kalau hasilnya bagus, rapih dan teliti, punya nilai yang tinggi," ucapnya.
Kapolres berharap pelatihan tersebut terbentuk jiwa kewirausahaan pada diri para santri. "Santri tidak hanya jago ngaji, tapi melatih kreatifitasnya, sehingga membantu kemandirian ekonomi," pungkasnya. (MGN)