LampuHijau.co.id - Penikmat makanan ringan tidak asing dengan keripik kaca. Camilan terbuat dari sari pati singkong, tersebut terdapat varian rasa patut dinikmati saat sendiri ataupun bersama teman, rekan kerja, sahabat, orang terkasih, dan orangtua.
Salah satu pelaku usaha keripik kaca adalah Rina Handarini. Warga Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, ini berjualan keripik kaca sejak tahun 2017, di akhir semester kuliah.
Menurut Ibu rumah tangga (IRT) berusia 26 tahun tersebut, berjualan itu unik, seperti berpetualang. Berpetualang dari mulai mencari ide hingga bagaimana mengaplikasikannya.
Baca juga : Terkait Kasus Dugaan Pengancaman, Polda Metro Jaya Tetapkan Jerinx Tersangka
"Sebagai seorang pedagang, awalnya tentu tidak mudah saat kita memutuskan untuk berjualan," ucap Rina Handarini di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Selasa (9/11/2021).
Sebab, kata dia, ada beberapa hal yang harus dipelajari, mulai dari konsisten menjaga modal, menentukan target pasar dan lainnya.
"Tapi dengan usaha dan tekad kuat, kini pemasaran keripik kaca sudah sampai ke berbagai kota di Jawa Barat," ujarnya.
Baca juga : Pesan Arifin ke Jajarannya, Hindari Kekerasan dan Dekati Warga dengan Ramah
Bahkan, Ia beberapa kali menerima permintaan pesanan dari luar Jawa Barat seperti Jakarta dan Yogyakarta.
Rina menyampaikan membuat keripik kaca prosesnya lumayan panjang dari mulai dicetak hingga pengeringan di bawah sinar matahari. Setelah kering, disangrai dan dibumbui sesuai selera.
"Tak seperti namanya, keripik kaca ini tidak seperti kaca yang keras. Namun, begitu renyah saat dimakan," ujarnya.
Baca juga : Smartfren Hadirkan Paket Gokil Max, Kuota Lebih Besar dengan Harga Tergokil
Kata Rina, banyak varian rasa dari keripik kaca, mulai dari original, pedas, pedas ekstra, sambal hijau, balado, keju, sapi panggang, dan jagung manis.
"Keripik kaca dikemas sesuai permintaan pembeli, mulai dari ukuran 1/4 kg sampai ukuran 1 kg dengan harga relatif terjangkau. Pemesanan bisa via DM pada instagram @keripik_kacasbg," pungkasnya. (MGN)