LampuHijau.co.id - Perempuan masih minim terjun ke dunia politik. Padahal, banyak isu dan hal perlu diperhatikan, diaspirasikan, dan dikawal oleh perempuan. Untuk itu, perempuan diajak berkiprah di dunia politik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Kohati HMI Cabang Subang Afifatur Rosyidah di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Minggu (31/10/2021).
Baca juga : Asyik Istirahat di Hutan Kota, Petugas Dishub Temukan Mayat Cowok
Menurut Afifatur, perempuan di dunia politik masih minim atau masih dibawah kuota 30 persen di parlemen. Hal ini, ia ketahui saat kegiatan Latihan Khusus Kohati (LKK) HMI Cabang Purwakarta.
"Saat ini, peran perempuan dari kuota 30 persen, baru 22 persen," ujar perempuan asal Desa Rancadaka, Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang, ini.
Baca juga : Atasi Persoalan Sampah, Dua Lokasi FPSA Diyakini Jadi Solusi
Padahal, kata mahasiswi STIE Miftahul Huda Subang, ini, banyak isu-isu dan hal-hal perlu dikawal, diperhatikan dan diaspirasikan oleh perempuan sendiri.
Untuk itu, Afifatur mengajak perempuan - perempuan hebat Indonesia untuk berkontribusi dalam perpolitikan, supaya Indonesia lebih maju di tangan perempuan hebat, menuju generasi emas tahun 2045.
Baca juga : Pakar Pangan Unand: Pertanian Indonesia Semakin Maju
"Harapannya kedepan muncul kesadaran dari diri perempuan untuk berkontribusi di dunia politik, supaya Indonesia lebih maju," harapannya. (MGN)