LampuHijau.co.id - Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak diingatkan agar tidak memungut biaya kepada bakal calon kepala desa (Balon Kades). Sebab, biaya untuk pilkades sepenuhnya akan ditanggung APBD Kabupaten Subang.
Hal tersebut disampaikan Asda Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemerintah Kabupaten Subang Rahmat Effendi saat berada di Kantor BPBD Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021).
Rahmat mengatakan, pelaksanaan Pilkades serentak direncanakan pada 19 Desember 2021 yang diikuti 58 desa yang tersebar di 25 kecamatan.
Baca juga : Patuhi Prokes dan Vaksinasi Percepat Subang Menuju Zero Kasus Covid-19
Pada 30 Oktober, lanjutnya, penetapan balon kades ke calon kades untuk yang tidak lebih dari lima balon. "Yang lebih dari lima balon, balon akan seleksi tertulis kerja sama dengan pihak Universitas Subang," ucap Rahmat.
Ada empat desa balonnya lebih dari lima, lanjut Rahmat, yakni Desa Compreng, Kalensari, Legonkulon dan Pasirmuncang. "Seleksi tertulis bagi balon tersebut," ucap Rahmat.
Rahmat menyebut Pemda Subang rencananya akan membiayai pilkades sepenuhnya. "Akan buat surat edaran kepada camat agar panitia pilkades tidak memungut biaya kepada balon kades," ucap Rahmat.
Baca juga : Kapolres Subang Sambangi Pusat Bahan Berenergi Tinggi Dahana
Untuk itu, kata Rahmat, sebelum ada penetapan balon ke calon kades akan melakukan pembekalan lanjutan kepada camat dan seluruh panitia pilkades oleh Bupati Subang Ruhimat, Forkopimda dan Dispemdes Kabupaten Subang.
"Agar ada kesepahaman tentang SOP atau standar operasional prosedur yang dilakukan panita pilkades dalam penetapan balon ke calon kades," ujarnya.
Selain itu, tambahnya, camat yang jadi panitia pilkades tingkat kecamatan sebagai wadah pembinaan terhadap panitia dan BPD. "Panita kerja sesuai SOP dan tahapan pilkades dilaksanakan sesuai petunjuk teknis," ucapnya.
Baca juga : Sebanyak 57 Anggota Polresta Malang Kota Siap Wujudkan Bank Plasma Konvalesen
Rahmat berharap terjadi sinergitas antara panitia, BPD, camat, Forkopimda dan panitia pilkades tingkat Kabupaten Subang. "Panitia kerja seoptimal mungkin, kondusivitas masing-masing desa tetap terjaga," pungkasnya. (MGN)