Dinkes Subang Kejar Cakupan Vaksinasi Lansia melalui Poswindu dan Door to Door

Selasa, 19 Oktober 2021, 20:31 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Subang terus melakukan inovasi untuk mendongkrak cakupan vaksinasi Covid-19 terhadap lanjut usia (lansia).

Kepala Dinkes Kabupaten Subang dr Maxi mengatakan, untuk mencapai target cakupan vaksinasi 40 persen terhadap lansia, masih butuh 19 persen.

Untuk mencapai itu, kata dia, pihaknya melakukan dua cara. Lansia akan dikumpulkan di Poswindu yang biasa menjadi tempat berkumpul tiap bulan.

Baca juga : Polres Subang Salurkan Bantuan Tunai kepada 2.212 PKL dan Warung

"Namun, bagi yang sulit mobilitas, kita datangi melalui door to door," ucap dr Maxi saat di Gedung DPRD Kabupaten Subang, Selasa (19/10/2021).

Untuk door to door, tambahnya, akan menerjunkan satu bidan dan satu perawat. "Mereka yang akan mendatangi supaya target kita tercapai," ucapnya.

Namun, kata dr Maxi, dalam vaksinasi lansia ada kendala lainnya. Yakni, ada laporan 30 lansia di Compreng sudah divaksinasi, tidak bisa diinput datanya.

Baca juga : Polres Subang Gelar Vaksinasi 2.852 Lansia Sambil Bagikan Sembako

"Karena lansia tersebut tidak punya KTP. Untuk itu, kami minta Disdukcapil agar fasilitasi di kecamatan, supaya ada NIK bagi sasaran sudah disuntik," ucapnya.

Sementara, kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang ini, untuk cakupan vaksinasi dosis pertama secara umum tinggal 3 persen menuju 50 persen. "Dalam satu sampai tiga hari bisa tuntas tiga persen tersebut," ucapnya.

Asalkan, di lokasi vaksinasi sinyal kuat dan data peserta yang sudah divaksinasi terinput. "Kalau datanya telat diinput, maka akan dibaca data yang diinput. Meski yang divaksinasi 1.000 orang, tapi dilaporkan 200 yah 200 yang tercatat," ucapnya.

Baca juga : Kapolres Subang Tinjau Vaksinasi Sambil Beri Sembako dan Selimut

Maka dari itu, dr Maxi minta bantuan kepada Disdukcapil, PGRI, Dinas Pendidikan, relawan, dan pramuka untuk input data peserta vaksinasi, karena SDM puskesmas sangat terbatas.

"Kita kekurangan tenaga untuk input data. Karena kalau 1.000 orang divaksinasi, butuh tenaga input data sekitar 15-20 orang. Terima kasih atas bantuan yang selama ini sudah berjalan dengan baik," ucapnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal