Siti Maslihah, Kades Rawameneng yang Peduli Warga dan Sukses Bangun Infrastruktur

Sabtu, 9 Oktober 2021, 22:05 WIB
Daerah Plus

LampuHijau.co.id - Pemerintah Desa Rawameneng di bawah kepemimpinan Siti Maslihah telah menorehkan berbagai perubahan positif bagi masyarakat Desa Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Perubahan ke arah positif tersebut dilakukan perempuan biasa disapa Imas, ini, terhadap infrastrukur, pelayanan, bantuan kepada masyarakat, dan hal lainnya dalam kurun 6 tahun ini.

Siti Maslihah mengatakan, memimpin Desa Rawameneng sejak 2016 hingga saat ini, dari yang dibiayai dana desa (DD), bantuan provinsi, dan bantuan kabupaten membangun infrastruktur.

Baca juga : Desa Rawameneng akan Dijadikan Sebagai Kampung Reforma Agraria

"Jalan lingkungan sudah dibangun 5.500 meter, dan jalan setapaknya lebih dari 4.000 meter," kata Siti di Kantor Desa Rawameneng, Kecamatan Blanakan, Kabupaten Subang, Sabtu (9/10/2021).

Kemudian, kata Siti, rumah tidak layak huni atau rutilahu dibangun sebanyak 70 unit rumah. Selain itu, program sertifikat tanah dari BPN Kabupaten Subang sebanyak 200 bidang tanah.

Di Desa Rawameneng ini, lanjutnya juga terdapat dua bangunan PAMSIMAS atau Sanitasi Berbasis Masyarakat yang dibiayai dari APBD Kabupaten Subang dan APBN. "Terdapat dua titik," ucapnya.

Baca juga : Hadirkan Energi Bersih, Jakpro dan PGN Bangun Utilitas dan Infrastruktur Gas

Selain itu, terdapat embung desa yang merupakan program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Pemdes Rawameneng pun, tambahnya, adakan program KTP gratis pada tahun 2016, dan 2018. KTP dicetak lebih dari 1.500 buah, dan KK sebanyak lebih dari 400 buah langsung dibagikan ke warga.

"Program KTP dan KK ini kerjasama Pemdes Rawameneng dan Disdukcapil Kabupaten Subang, sehingga 70 persen penduduk sudah punya administrasi kependudukan," ujar Siti.

Baca juga : Mabuk Miras, Kades dan Warga Majalengka Keroyok Cowok Tasik

Siti mengakui pandemi Covid-19 telah mengganggu rencana kerjanya dalam melakukan pembangunan infrastruktur, karena anggaran dialihkan untuk penanganan pandemi Covid-19.

"Sebetulnya kalau tidak terhambat pandemi Covid-19, seharusnya sampai akhir masa jabatan saya dari dana desa, untuk pembangunan infrastruktur bisa di atas 90 persen. Karena pandemi, anggaran pun dialihkan untuk penanganan pandemi," ujarnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal