Tas Kulit Hasil Dosen Cantik asal Subang Dijual hingga Singapura

Senin, 13 September 2021, 21:04 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Perempuan memang tak bisa lepas dari tas sebagai kebutuhan dan gaya hidup sehari-hari. Makanya, tidak sedikit perempuan yang hobi mengoleksi tas.

Salah satunya, Irma Mandasari Hatta (29). Dari hobi mengoleksi tas, alumni SDN Rancabogo 1 Pagaden, ini, kini malah menghasilkan pundi-pundi rupiah. Yah, warga Jalan Rancabogo, RT/RW 16/04, Desa Sukamulya, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, itu produksi tas. Produk tasnya, tidak hanya dijual di Subang, tapi Purwakarta, Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Aceh, hingga luar negeri.

"Kita sempat kirim ke Singapura," ucap Irma di rumahnya, Senin (13/09/2021).

Baca juga : Jurnalis Diminta Lapor Bila Temukan Personel Polres Subang yang Keliru

Namun, lanjut alumni SMPN 2 Pagaden itu, tas yang dikirim tidak dalam jumlah banyak, baru satuan. "Pemasarannya masih 70 persen lokal Kabupaten Subang, sisanya luar daerah," ucap Irma.

Untuk sampai di titik ini, kata Irma, tidak mudah. Sebab, alumni SMA PGRI 1 Subang ini, dalam mewujudkan hobi jadi rezeki harus melalui jalan panjang. Ia harus mulai dari menggali informasi tentang produk tas yang diminati masyarakat, makloon jahit terhadap produknya, dan melakukan uji coba pemasaran produk kepada masyarakat.

"Alhamdulillah, produk tas jenis dompet, tas besar, dan tas ransel diminati pasar. Akhirnya ke sini-sini memperluas jaringan bisnis, bentuk tim marketing dan tim produksi sendiri," ucap Irma.

Baca juga : IMI Optimis Empat Atlet asal Subang Raih Medali Emas saat PON di Papua

Tak pelak, imbuh alumni S1 STIESA Subang ini, produknya pelan-pelan dikenal oleh masyarakat Subang. Hingga akhirnya, produk tasnya menembus Singapura. Jumlah karyawannya kini sudah 12 orang.

"Sudah 48 model yang terdiri dari tas, dompet, pouch hand sanitizer, dan pouch tisu. Bahan yang dipakai tiga jenis, yakni Genuine Leather, Hybrid Leather, dan Kanvas," ujarnya.

Dari tiga bahan ini, produk hasil alumni S2 Universitas Widyatama Bandung ini, memiliki harga yang berbeda. Produk dengan bahan Genuine Leather atau kulit sapi asli dengan harga Rp380 ribu hingga Rp550 ribu per piece (pcs). Sementara harga produk berbahan Hybrid Leather mulai dari Rp140 ribu hingga Rp 270 ribu per pcs, dan harga produk berbahan kanvas mulai Rp60 ribu hingga Rp120 ribu per pcs.

Baca juga : Satgas Covid-19 Kota Depok Gelar Sidang Tipiring 14 Pelanggar PPKM Darurat

"Saat pandemi Covid-19 produk yang terjual mengalami penurunan 30 persen pada Agustus dan September dibandingkan dengan Februari dan April yang mengalami high season," ujarnya.

Dosen di STEI AL AMAR Subang tersebut bersyukur pemerintah daerah (Pemda) Subang, DKUPP Subang, dan Bhayangkari Polres Subang memberikan perhatian kepada usahanya. "Alhamdulillah, pemda dan bhayangkari membantu memperkenalkan UMKM saya kepada warga Subang. DKUPP pun membantu dalam pemasaran, dan mempatenkan merek Jasmine di (Ditjen) HKI," pungkasnya. (MGN)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal