LampuHijau.co.id - Acara "Sinergitas Pengantar Kerja Pusat Dalam Era Digitalisasi" yang dilaksanakan di Hotel Novotel Bogor, ternyata tidak hanya diisi dengan pembekalan satu arah antara narasumber dan peserta yang terkesan kaku dan membosankan. Tetapi juga dilakukan melalui media angklung, memasak, dan olahraga.
Hal itu terungkap selama tiga hari pembekalan untuk staf Kementerian Tenaga Kerja tersebut yang dilaksanakan 16 - 18 Juni 2021.
"Aktivitas yang cenderung 'bermain' meniadakan kesan menceramahi apalagi menggurui. Pelatihan ini menjadi terasa sebuah hiburan atau malah dianggap pertunjukan. Kesan ini tidak mengurangi bobot pelatihan, tetapi mempunyai nilai lebih karena peserta nyaman, sementara pesan-pesan dan muatan materi tetap tersampaikan dengan efektif," ujar Joko Angklung Nugroho dalam siaran pers yang diterima awak media, Jumat (18/6/2021).
Joko menyebutkan, dengan media angklung para peserta diharapkan bisa menunjukkan, bahwa harmoni kerja bisa tercipta jika semua peserta mengetahui apa peranan masing-masing di setiap unit kerja.
Baca juga : Antisipasi Covid-19 Jelang Lebaran, Pasar Jaya Perketat Pengawasan di Seluruh Pasar
Angklung motivatisi ini sudah menunjukkan, bahwa harmoni kerja bisa tercipta jika semua peserta mengetahui apa peranannya, bekerja di saat yang tepat, dan tahu menempatkan diri.
Hal ini ditunjukkan dengan kesepakatan bahwa setelah diberikan angklung masing-masing dengan tulisan berbeda, di antaranya syukur, yakin, disiplin, integritas, komitmen dan tanggung jawab.
"Para peserta diminta untuk membunyikan angklung ketika ada aba-aba darinya," ujar Joko
Menurut Joko, yang tak kalah penting pemimpin perubahan harus tahu untuk mengarahkan semua orang agar harmoni tersebut bisa tercipta.
Baca juga : Aplikasi Satgas Jawara Jadikan Subang Pelopor Kerja Sama Sipil-Militer
Sementara pada sesi team building FoodFight yang dipandu Iyan Govan, sang motivator meminta peserta memasak secara tim tapi pesertanya bergantian.
"Di setiap tim kerja kan dibutuhkan kerja sama yang harmoni, seirama dan seimbang. Nah, dengan cara memasak peserta ketahuan bisa bekerja sama atau tidak dalam tim. Dari sini diharapkan peserta makin menyadari pentingnya bekerja sama dalam satu tim unit kerja." kata Iyan Gohan di tengah kesibukannya memandu dan memotivasi peserta.
Begitu juga saat sesi team building The Tower, diberikan motivasi membangun kerja sama dalam kesatuan kerja.
"Setiap permainan yang ditampilkan selalu ada pembelajaran buat peserta. Tinggal pesertanya nyimak apa nggak, kadang kala kan ada peserta yang cuek," tegas pria berusia 39 tahun ini.
Iyan menambahkan di setiap permainan yang ditampilkan selalu berbeda, apalagi kegiatan yang pesertanya pegawai lembaga negara.
"Saya selalu mengedepankan fun-nya dulu, biar peserta merasa happy. Begitu merasa nyaman, biasanya pada ikut," pungkas Iyan Govan.ADT