LampuHijau.co.id - Pandemi Covid-19 membuat tingkat perekonomian Indonesia menurun diberbagai sektor. Lesunya perekonomian di Indonesia dapat dirasakan disemua jenis sektor industri. Bahkan banyak perusahaan yang melakukan PHK besar-besaran. Situasi ini dirasakan oleh Rudy, pria paruh baya asal Serang, Banten yang mengaku pekerjaannya terganggu karena datangnya Covid-19.
Rudy mengatakan, sejak awal Maret ditetapkannya pandemi Covid-19, rutinitasnya sebagai seorang pekerja swasta telah berubah total. Bahkan rasa takut tertular virus Corona hinggap setelah mengetahui banyaknya jumlah korban Covid-19 melalui pemberitaan. Apalagi pemerintah telah mengeluarkan peraturan untuk melakukan kegiatan di rumah saja.
TB. Rudy Adryansah, nama lengkapnya, kian hari merasakan berbeda dari seperti biasa. Aktivitasnya sebagai seorang kontraktor bangunan sipil mulai mengendur, lebih banyak di rumah ketimbang di kantor yang lokasinya tak jauh dari rumahnya. Tidak ada proyek yang masuk, otomatis Rudy tidak bekerja seperti biasanya. Semua rekan kerjanya juga mengeluh, merasakan hal yang sama.
Untungnya, pria yang usianya memasuki kepala empat ini masih punya banyak teman yang bisa menghibur dirinya, seperti bermain ikan hias. Trend ikan hias memang belum lama ini sedang marak digandrungi masyarakat dari berbagai lapisan. Rudy pun tak mau ketinggalan. Apalagi dirinya ternyata menyukai ikan hias walau sebatas hobi.
Baca juga : Perceraian Meningkat di Kabupaten Subang Saat Pandemi Covid-19
Hobi memelihara ikan hias, Rudy bersama temannya mencoba peruntungan. Dia menyadari bahwa tak sedikit orang yang menggemari hobi memelihara ikan hias. Bahkan di sejumlah forum di media sosial, banyak aktivitas di dalamnya. Peluang itu dimanfaatkan Rudy untuk berjualan ikan hias.
Ada beberapa jenis ikan hias yang sudah lama ditekuni oleh Rudy. Seperti ikan cupang, ikan hias predator yang hidup di air tawar dan lainnya. Bagi Rudy, kegemarannya bisa menjadi usaha yang menguntungkan. Apalagi dia bermain di jenis ikan yang hidup di air tawar seperti Chana, Peacok bass, Oscar, Arwana, dan banyak lagi. Ikan-ikan tersebut adalah jenis ikan air tawar yang berasal dari sungai sungai besar di Kalimantan bahkan dari luar negeri.
Berbeda dengan ikan hias jenis cupang, ikan hias predator lebih spesifik dalam hal perawatan dan pemeliharaannya. Begitu pula harganya. Ikan-ikan predator lebih mahal. Kata Rudy, pelaku usaha jenis ikan ini masih tergolong jarang. Di kota Serang sendiri baru ada sekitar 30 orang, dan itu pun masih tergolong penggemar.
"Sedangkan untuk pelaku usaha, sekitar 20 orang," kata Rudy kepada Lampu Hijau The Jak melalui sambungan telepon. "Rumah saya hampir setiap malam ramai dikunjungi para penggemar ikan hias predator. Ada yang memang berniat membeli, ada juga yang hanya sekadar melihat- melihat ikan yang ada di sana," kata Rudy.
Baca juga : Oxygen Denim Luncurkan Prodak Unggulan di Masa Pandemi Covid 19
Rudy yakin, usaha jual beli ikan hias jenis predator ini masih sangat menjanjikan. Terlebih trend ikan hias predator di Kota Serang masih terbatas. Jadi tak heran jika banyak pembeli dari luar kota mencari ikan hias predator kepada Rudy.
“Memang biasanya kita komunikasi lewat media sosial dan transaksi melalui online. Karena lebih praktis, efektif dan efisien. Lagi pula lewat media sosial dan market place, semua bisa dijangkau sekali pun dari luar Serang.” papar Rudy.
Pekerjaan Rudy sebagai seorang kontraktor terpaksa rehat sejenak sambil menunggu situasi kondusif dan kembali normal. Kini Rudy menikmati bisnisnya berjualan ikan hias. Apalagi keuntungan dari bisnis ini terbilang mantab.
Keuntungan yang didapat Rudy mencapai 50% lebih. Jika dihitung modalnya, Rudy mengatakan tidak terlalu banyak. Hanya saja tetap butuh tempat dan alat seperti akuarium dan aerator.
Baca juga : Anggota Koramil Semprotkan Disinfektan di Sejumlah Rumah dan Masjid di Mekarsari
“Pembeli datang dari mana saja, ya dalam satu bulan bisa menjual kurang lebih 20 ekor ikan hias dari berbagai jenis. Dengan harga yang variatif, mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta. Untuk pengirimannya ya tidak rumit. Pakai jasa ekspedisi dengan packing yang aman agar ikan tetap terjaga kondisinya.” ungkap Rudy.
Bisnis ikan hias selama dijalaninya diakui Rudy bisa menopang kebutuhan hidupnya selama pandemi. Tapi walau begitu, bisnis ini dijalani bukan sekadar sampingan saja. Menikmati masa pandemi sambil mencari rezeki katanya. (Bit)