LampuHijau.co.id - Ketua LSM GPHN RI, Madun Hariyadi mendatangi gedung KPK untuk memberikan data dugaan keterlibatan putra Menteri Pertanian sebagai pihak yang diuntungkan dari korupsi pengadaan di lingkungan Kementan. Sebelumnya beberapa hari yang lalu KPK sudah menghubungi Madun. "Iya betul ada dua pegawai KPK yang menghubungi saya, dan memperkenalkan sebagai tim yang menangani dugaan tindak pidana korupsi mentan yang diduga kuat melibatkan putranya” kata Madun, di Jakarta Timur.
Madun mengatakan dua petugas itu meminta penjelasan kronologis korupsi di Kementan. “Saya jelaskan 100%, bahwa pengadaan di Kementan terindikasi kuat dikorupsi. Modusnya dengan cara meminjam perusahaan fiktif yang dijadikan alat untuk merampok uang negara triliunan rupiah,” katanya.
Baca juga : Kejagung Janji Tindak Lanjuti Dugaan Korupsi di Kementan
Pihak LSM GPHN RI mempunyai data semua pengadaan di Kementan yang fiktif. Kemudian juga sudah melakukan investigasi secara langsung dengan melakukan penelusuran ke kantor perusahaan pemenang tender. “Tim kami juga sudah cek and ricek hasil (output) pekerjaanya. Dan dapat kami simpulkan fiktif,” tandasnya.
Madun juga menyampaikan pihaknya mempunyai narasumber yang dapat dipercaya, bahwa dugaan kuat putra Mentan yang mengatur pada lelang di ULP untuk memenangkan perusahaan fiktif tersebut.
Baca juga : Hari Santri Nasional, Ketum Partai Emas Harap Santri Jadi Teladan Rakyat
Dengan demikian, Tim LSM GPHN RI serta penggiat anti korupsi lainnya siap mendukung penuh upaya KPK mengusut tuntas dugaan korupsi di Kementan. “Potensi kerugian negara satu triliyun lebih, saya yakin kalau lembaga anti rasuah serius bekerja untuk memberantas para pelaku yang melawan hukum, dan saya yakin pasti akan terungkap,” jelasnya.(MW)