LampuHijau.co.id - Di tengah pandemi Covid-19 yang menjenuhkan sejak 7 bulan silam, sudah banyak orang yang kehilangan mata pencaharian untuk menghidupi diri maupun keluarganya. Namun di situasi sulit tersebut juga menginspirasi Fatimah Az-zahra ia rela berbagi pengalamannya bagi orang lain dengan harapan agar bangkit bersama-sama.
Wanita kelahiran Serang, Banten ini menghadirkan dirinya bisa menggapai sukses sebagai pengusaha beromzet Miliaran Tanpa Modal. Hanya mengandalkan kuota internet.
Fatimah menceritakan perjalanan suksesnya telah menemui beragam masalah, kendala, hambatan dan gangguan. Tapi Fatimah tidak menunjukkan bahwa dirinya menyerah. Dia terus berjuang, hingga menemukan solusi dalam bisnis Virgin Coconut Oil (VCO) dan herbal turunannya.
Selalu ada kisah inspiratif di masa pandemi Covid-19 ini. Salah satunya adalah kisah Fatimah Az-Zahra, seorang wanita yang usahanya beromset miliaran rupiah di saat usaha lain tengah bertumbangan satu persatu dilanda krisis.
"Alhamdulillah, selama masa pandemi Covid-19, omzet perusahaan justru stabil oleh penjualan handsanitizer dan Virgin Coconut Oil (VCO) yang justru banyak dibutuhkan masyarakat guna meningkatkan imun tubuh. Itu sebabnya, kami tidak terpikir untuk melakukan perumahan atau PHK pada karyawan kami. Yang ada, karyawan pada aneh dan nanya, kok malah lembur di tengah pandemi gini," kata Fatimah di Jakarta.
Ia pun kini coba hadir untuk membagikan kisahnya yang bisa bertahan dan maju di saat banyak orang tengah terpuruk gara-gara pandemi ini.
"Padahal aslinya saya introvet, malu dan gak pede tampil di depan banyak orang. Tapi saat ini waktunya membangunkan orang yang hopples (putus asa). Makanya saya beranikan diri tampil," ungkap Fatimah.
Kini ia memang sudah beromset miliaran per bulan. Namun hal ini bukan datang tiba-tiba. Hampir delapan tahun ia jatuh bangun membangun ini semua. Ia harus jungkir balik sendirian membawa berkarung-karung bahan, digusur-gusur atau tengah malam masih di jalanan sendirian.
Baca juga : Ringankan Beban Warga Di Tengah Pandemi, Polisi Tebar 40 Ribu Bibit Bandeng
Masa kecil dan remajanya pun dilalui dengan kesulitan. Sempat ia makan dari sisa makanan kucing lantaran tak punya uang buat makan.
"Pas mau buka puasa, ada kucing depan saya bawa ikan. Dia kaget lihat saya, sampai makanannya jatuh, itu yang saya makan," kenang Fatimah.
Masa jelang dewasanya pun dialami dengan kesusahan. Ia mengalami gangguan pada rahim, ditandai sering pendarahan. Diagnosa awalnya adalah kista, tetapi dokter lain menyebut ada sel kanker. Untuk memastikannya, dokter memintanya papsmear dan tindakan operasi.
"Saya sama sekali tidak punya biaya untuk tindakan operasi. Untuk makan sehari-hari saja tidak cukup dengan gaji saya sebagai guru les bahasa asing," ujarnya
Baca juga : Hikmah Idul Adha di Tengah Pandemic Covid dan Keteladanan Nabi Ibrahim
Lantaran hal itulah, ia coba menggali pengetahuan di internet terkait ciri-ciri kista, cara kerja tubuh melawan kanker. Ia juga mempelajari khasiat tumbuhan, akar-akaran, dedaunan tertentu. Semua dipelajarinya secara otodidak di sebuah warnet.ADT