Fikasa Group Dilaporkan Para Korban

Presiden Jokowi Diminta Berantas Mafia Keuangan

Jumat, 7 Agustus 2020, 21:56 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - LQ Indonesia Lawfirm kembali melaporkan Fikasa Group dengan terduga terlapor Agung Salim, Elly Salim, Bhakti Salim, Dewi Salim dan Tjandra Widjaja atas dugaan penipuan, pidana perbankan, dan penipuan pasar modal dengan kerugian sekitar Rp18 miliar dari 11 orang korban dengan LP # TBL 4672/VIII/YAN 2.5/2020/ SPKT PMJ Tanggal 7 Agustus 2020.

Pelapor Advokat Bryan Roberto Mahulae, menjelaskan bahwa LQ Indonesia Lawfirm dipercaya oleh masyarakat khususnya para korban untuk menjadi kuasa hukum untuk mengawal kasus dugaan penipuan, UU Perbankan dan pencucian uang yang diduga dilakukan oleh para Terlapor.

Bryan selaku kuasa hukum mengatakan bahwa ini adalah Laporan polisi ke 3 yang ditangani oleh LQ Indonesia Lawfirm untuk Fikasa Group.

Modus pidana yang dilakukan adalah dengan menerbitkan surat hutang dan Repo melalui anak perusahaannya PT Wahana Bersama Nusantara dan Tiara Global Propertindo yang berujung hilangnya dana nasabah yang disetorkan.

Berita Terkait : Harga Bahan Pokok Naik, Bikin Presiden Jokowi Geram

Bryan Roberto Mahulae, SH mengatakan kepada media agar para korban lainnya jangan takut untuk melaporkan dugaan pidana agar bisa diusut oleh pihak kepolisian.

"Telah dibuka Posko Korban Investasi Fiktif di 0818899800 untuk para korban masyarakat yang terkena kerugian investasi bodong," kata Bryan, Jumat (7/8/2020).

Sementara itu, advokat Alvin Lim, SH, MSc ,CFP sebagai founder LQ Indonesia Lawfirm menyampaikan keprihatinan karena maraknya perusahaan investasi bodong yang memakan korban masyarakat.

Kata Alvin, timbulnya korban di masyarakat tentunya tidak lepas dari kurangnya pengawasan dan pencegahan dari regulator perusahaan keuangan.

Berita Terkait : Vitalia Sesha Diamankan Bersama Teman Prianya

"Apakah OJK sudah melaksanakan tugasnya dengan baik, apabila laju korban investasi bodong terus bertambah? Lebih lanjut Alvin Lim, meminta agar Presiden Jokowi sebagai kepala negara untuk mau perduli terhadap penegakan hukum terutama memberantas investasi bodong," ujarnya.

Sebagai mantan Vice President, Bank of Amerika, Alvin Lim menyatakan bahwa turunnya ekonomi 5 persen di kuartal 2, 2020 tidak terlepas dari lemahnya kontrol penegakan hukum di bidang keuangan.

"Uang masyarakat yang ditipu para mafia investasi bodong ini dilarikan ke luar negeri sehingga tidak heran ekonomi Indonesia akan terus menurun selain teekena wabah Covid-19," bebernya.

Kata Alvin, masyarakat yang uangnya ditipu mencapai ratusan ribu orang dengan sekitar 30an perusahaan investasi yang gagal bayar dan memakai modus PKPU untuk menghindari tanggung jawab.

Berita Terkait : Ketua BPK Resmikan Organisai Profesi Pemeriksa Keuangan Negara

"Presiden sebagai kepala negara diminta untuk bisa tegas memberikan perintah kepada aparat penegak hukum untuk berani menindak oknum Perusahaan investasi bodong karena tugas advokat hanya mampu mengawal kasus pidana. Untuk penyidikan adalah wewenang penyidik Polri untuk memproses aduan," ujarnya lagi.

Alvin Lim, meminta agar bapak Joko Widodo selaku Presiden dan Kepala Negara mau peduli dengan kasus yang menimpa masyarakat, karena hukum masih "tajam ke bawah dan tumpul keatas".

"Kami berharap bahwa bapak Presiden bisa menjadi kepala negara yang membawa perubahan hukum untuk menjadi lebih baik," tuturnya.(DRI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal