Ada Peluang, Tapi Daya Saing Ekspor Produk Perikanan Semakin Ketat

Selasa, 21 Juli 2020, 21:42 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Guna menguatkan daya saing produk kelautan dan perikanan di pasar global, Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap bersatu dan bersama. Menurut Edhy kegiatan ekspor memiliki tantangan besar, terlebih semakin ketatnya persyaratan dari negara tujuan dan adanya persaingan antar negara-negara eksportir produk perikanan. 

"Ekspor merupakan salah satu pendongkrak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena ekspor memiliki keterkaitan langsung, terutama kepada nelayan, pembudidaya, pengolah, dan pemasar hasil perikanan," kata Menteri Edhy saat membuka webinar bertajuk 'Tantangan dan Peluang Peningkatan Ekspor Hasil Perikanan ke AS', Selasa (21/7/2020).

Baca juga : Wahana Honda Siap Layani Konsumen dengan Standar Protokol Kesehatan Ketat

Politikus dari Partai Gerindra ini mengingatkan perkembangan persyaratan impor Amerika Serikat semakin ketat, baik dari unsur keamanan pangan (food safety) maupun dari unsur keberlanjutan (sustainability), sebagaimana tertuang dalam Food Safety Modernization Act, Seafood Import Monitoring Program, serta rencana pemberlakukan ketentuan impor baru yaitu terkait Marine Mammal Protection Act (MMPA).

Hal ini merupakan tantangan sekaligus peluang bagi eksportir produk perikanan mengingat Indonesia memiliki kebijakan yang sejalan dengan pemerintah Amerika Serikat dalam hal keamanan produk pangan dan keberlanjutan pengelolaan sumberdaya alam.

Baca juga : Bagikan Bantuan di BKT, Wanita Emas: Kita Terus Berikan Selama Mampu

Sebagai bentuk dukungan terhadap para pelaku usaha, Menteri Edhy memastikan jajarannya terus berupaya mengembangkan sistem sertifikasi hasil tangkapan ikan, sistem ketertelusuran ikan, implementasi Seafood Import Monitoring Program (SIMP), implementasi logbook, serta terus menjaga sumberdaya laut. Cara yang ditempuh pemerintah di ataranya melalui konservasi sumberdaya perikanan, seperti mengurangi resiko kematian mamalia laut dalam kegiatan penangkapan ikan. 

"KKP mengapresiasi bantuan teknis yang selama ini diberikan oleh Pemerintah AS melalui USAID maupun organisasi lainnya dalam pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan dan pelestarian ekosistem laut," sambungnya. 

Baca juga : Peduli Covid-19, Kejari Depok Bagikan Ratusan Sembako ke Warga

Dikatakan Menteri Edhy, Indonesia diberkahi sumber daya alam khususnya sektor kelautan dan perikanan dengan 6,4 juta km2 luas perairan dan 108 ribu km garis pantai. Dari kondisi geografis tersebut, Indonesia memiliki potensi lestari perikanan tangkap sebesar 12,54 juta ton/tahun, potensi budidaya air tawar 2,83 juta Ha, budidaya air payau 2,96 juta Ha, dan budidaya laut 12,12 juta Ha.


"Keunggulan sumberdaya tersebut diharapkan dapat dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk mendukung terwujudnya Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, berkepribadian dan berlandaskan gotong royong," jelas Menteri Edhy. (Eedar)
 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal