LampuHijau.co.id - Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir 5 bulan ini, memberikan dampak yang signifikan di berbagai sektor industri. Tidak terkecuali warung makan mitra Wahyoo yang tercatat memiliki penurunan pelanggan bahkan harus tutup akibat terkena dampak Covid-19 ini.
Agar warung makan Wahyoo dapurnya tetap ngebul, Wahyoo pun bekerjasama dengan JNE melalui program #RantangHatiJNE. Program membagikan nasi bungkus kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di Jakarta, dengan memberdayakan mitra 100 mitra warung makan Wahyoo yang berada di wiayah DKI Jakarta. Sebanyak 25.400 nasi bungkus dibagiakan kepada masyarakat yang tersebar di 493 RT di Jakarta sejak 1 Juli 2020 hingga 10 Juli 2020.
"Program #RantangHatiJNE yang mengangkat tema Makan Gratis untuk Semua ini, diinisiasi untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19 di masa transisi PSBB supaya tetap bisa makan. Mengingat banyaknya masyarakat di Jakarta yang kehilangan pekerjaan dan mengalami permasalahan pendapatan. Membuat Wahyoo dan JNE tergerak untuk melaksanakan program membagikan makanan gratis selama 10 hari berturut-turut, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta yang jatuh pada bulan Juli ini," tutur Peter Shearer, Founder dan CEO Wahyoo Group, dalam acara presscon vertikal, Jumat (10/7/2020).
Pada kesempatan yang sama, Feriadi, Presiden Direktur JNE, mengatakan, guna memerangi dampak Covid-19 harus dilakukan dengan kerjasama dan gotong royong.
Baca juga : Bantu Masyarakat Ditengah Covid-19 Polrestabes Bandung Bagikan Sembako Tahap IV
"Sebelumnya JNE mendukung pihak pemerintah di DKI Jakarta dan Jawa Barat, serta pihak-pihak lainnya. Kali ini JNE berkolaborasi bersama Wahyoo, bukan hanya sebatas membantu memberi bantuan pangan untuk masyarakat yang terdampak pandemi, tapi juga diharapkan bermanfaat bagi mitra-mitra Wahyoo sebagai penyedia bantuan pangan yang dibagikan," ujarnya.
Selain untuk membantu masyarakat yang terkena dampak Covid-19, program ini juga dapat membantu para pengusaha warung makan untuk tetap dapat berjualan dan melangsungkan usahanya. Mengingat daya beli masyarakat yang menurun saat pandemi, menjadikan para pengusaha warung makan tersendat roda ekonomi usahanya.
“Dari data yang kami terima, akibat Covid-19 ini menjadikan hampir 50 persen mitra kami mengalami penurunan pendapatan. Salah satu alasannya karena mereka memiliki warung disekitaran perkantoran, sehingga saat orang kerja dari rumah (WFH), kantor pada tutup dan tidak ada yang membeli makanan di warung makan mereka," ungkap Peter.
Sementara, Suti, salah satu mitra warung makan Wahyoo yang terlibat dalam program ini mengungkapkan, “Alhamdulillah, berkat adanya program Wahyoo dan JNE ini, warung kami dapat ikut menyiapkan makanan, sehingga uang yang kami terima dari program ini bisa kami gunakan udahntuk berbelanja kembali," ungkap pemilik usaha 'Warteg Ellya' ini. (Asp)