LampuHijau.co.id - Penularan virus Covid-19 terjadi lewat tetesan cairan pernapasan tubuh orang yang sakit ketika bersin dan batuk. Selain dari percikan langsung, penularan juga bisa terjadi melalui permukaan yang telah terkontaminasi. Salah satu yang membuat banyak orang khawatir adalah penularan virus melalui uang kertas dan logam.
Karena kekhawatiran ini ada beberpa daerah yang kemudian menganjurkan agar mengurangi transaksi menggunakan uang tunai dan lebih memperbanyak transaksi via online. Ada juga yang memilih menjemur uang logamnya untuk membunuh virus Covid-19.
Baca juga : Baru Pulang, Trus Nyalakan Listrik, Rumah Meledak
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejauh ini belum ada bukti untuk mengonfirmasi atau membantah bahwa virus Covid-19 bisa menular melalui uang logam dan uang kertas. "Hingga saat ini belum ada bukti untuk mengonfirmasi atau membantah bahwa virus Covid-19 dapat menyebar melalui uang logam dan uang kertas," kata WHO melalui Twitter @WHOIndonesia.
Namun hal itu bisa saja terjadi karena disebabkan percikan air liur dari orang yang terinfeksi virus Covid-19 yang menempel di permukaan uang kertas atau logam. Sehingga cairan ini mungkin bisa mengontaminasi uang logam dan uang kertas. Meski begitu Who sendiri belum tahu berapa lama virus kuat bertahan hidup di uang logam dan kertas.
Baca juga : Waduh, Banyak Korban PHK Corona jadi Tunawisma
WHO selalu menyarankan semua orang mencuci tangan pakai air dan sabun secara teratur setelah menyentuh permukaan atau benda-benda yang sering disentuh orang, seperti uang logam dan uang kertas. Cuci tangan merupakan cara paling efektif mencegah penularan virus corona. Selain itu, perlu diperhatikan juga agar tangan kita tidak menyentuh mata, mulut dan hidung.(LHTJ)