Maskapai Telan Kerugian Hingga Rp23,3 Triliun Akibat Wabah Corona

Minggu, 26 April 2020, 20:06 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Dampak dari pembatasan transportasi yang dilakukan berbagai negara sebagai upaya meredam penyebaran wabah corona atau Covid-19 telah membuat hampir seluruh maskapai di seluruh dunia menelan kerugian. Demikian yang diungkap oleh Indonesia National Air Carrier Association (Inaca).

Ketua Umum Inaca Denon Prawiraatmadja mengatakam dalam 3 bulan terakhir, total kerugian maskapai domestik mencapai USD812 juta dan maskapai internasional mencapai USD 749 juta, atau sekitar lebih dari USD 1,5 miliar atau setara dengan Rp23,3 triliun (Kurs rupiah 15.585 per dolar AS)

Baca juga : Kementerian PUPR Siapkan Anggaran Rp10,2 Triliun untuk Padat Karya Tunai

"Sebenarnya untuk maskapai ini kerugian sudah dimulai sejak penerbangan dari dan ke China dan Arab dilarang beberapa bulan kemarin," ungkap Denon di Jakarta, Sabtu (25/4) lalu.

Lebih lanjut Denon merincikan, di 4 bandara besar di Jakarta, Bali, Medan dan Surabaya, terdapat penurunan jumlah penumpang domestik sebesar 44% dan 45% penumpang internasional. Penurunan ini disebabkan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah mencegah penyebaran virus Corona.

Baca juga : Atasi Corona, Edi: DKI Keluarkan Anggaran BTT Rp3,032 Triliun

"Lalu secara nilai pendapatan (revenue) maskapai jika dibandingkan dengan tahun 2018, terdapat penurunan yang cukup tajam. Per Februari 2020, jika dibandingkan dengan Februari 2018, revenue turun 9 persen. Lalu Maret, turun 18% dan April turun 30%," paparnya.

Selain itu, kegiatan maskapai juga menurun 25% akibat pandemi ini. Sebenarnya, pada awal masuknya Corona ke Indonesia, pihak maskapai masih optimis dapat memaksimalkan potensi domestik. Namun ternyata, penerbangan domestik sama terpukulnya.

Baca juga : Kiper MU Sumbang Rp 3,5 Miliar untuk Perangi Wabah Covid 19

Sementara itu, ia menambahkan, ada biaya parkir pesawat yang tidak beroperasi menambah beban maskapai. Imbasnya, karyawan maskapai harus dirumahkan, meskipun belum sampai ke tahap PHK. "Diharapkan penanganan Covid-19 bisa tepat agar kegiatan maskapai yang mendukung wisatawan bisa kembali seperti semula," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal