LampuHijau.co.id - Menjadi perusahaan teknologi, itulah yang menjadi tujuan OPPO saat ini. Bahkan, produsen smartphone asal China itu telah mempersiapkan dana investasi sebesar USD1,43 miliar sejak 2018 lalu untuk bisa mencapai targetnya tersebut. OPPO pun memfokuskan teknologi kepada AI, IOT dan 5G untuk bertransformasi menjadi perusahaan teknologi. AI dan IoT sendiri membutukan low latency, banyak negara yang memberlakukan standardisasi. Selain itu, pasar AI juga besar. Buktinya, perangkat kamera AI dengan kisaran harga Rp3 juta atau Rp5 jutaan berkontribusi 20 persen dari penjualan semua perangkat.
Baca juga : Investasi Rp60 Miliar, Pasar Jaya Segera Olah Sampah Menjadi Pakan Ternak
“Fokus teknologi kami ada 3, yakni AI, IoT dan 5G. Untuk itu kami telah mempersiapkan invetasi sampai USD1,43 miliar yang sudah dimulai sejak 2018. Kalau urusan AI, Oppo sudah memiliki nama karena sejak 2017 kami selalu mengeluarkan smartphone dengan kamera berbasis AI. Mulai dari Oppo F5,” ungkap PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto dalam acara diskusi ‘Trend AI dan IoT di Indonesia’ yang diinisiasi Forum Wartawan Teknologi Indonesia di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Selasa (10/3) lalu.
Baca juga : Forwat Diharapkan Bisa Jadi Jembatan untuk Informasikan Isu-Isu Teknologi ke Masyarakat
Kemudian, untuk urusan AI dan IoT, Oppo sudah meluncurkan Breeno, walaupun baru diperuntukkan untuk pasar China saja pada 2018 lalu. Breeno merupakan AI Virtual Assistant besutan Oppo. Selain itu, Oppo juga punya Connection Center Oppo 5G CPE Omni. "Perangkat kami sudah siap, di Indonesia cuma baru tahap uji coba saja bersama operator. Kita belum bisa luncurkan disini karena masih menunggu kesiapan jaringan dan regulasi dari pemerintah," terangnya.
Sedangkan, eosistem IoT Oppo yang mulai dipublikasikan pada 2019 lalu telah meliputi beberapa perangkat seperti AR Glass, Oppo Watch, Router 5G dan True Wireless Stereo (TWS). Menurut Aryo, perangkat berbasis AI dan Iot ini bisa menimbulkan efisiensi di segala bidang, tentunya dengan kerja sama penyedia jaringan, perusahaan teknologi dan penyedia perangkat. Dan tidak kalah penting adalah peran pemerintah sebagai penyedia regulasi. (Asp)