Telkomsel: Iklan Ramadan Tak Cukup Ramai, Brand Harus Pahami Perilaku Konsumen

Temuan dalam whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan yang diluncurkan Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds. Foto (dok.Telkomsel)
Rabu, 28 Oktober 2026, 22:54 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Persaingan merebut perhatian konsumen selama Ramadan 2027 diperkirakan semakin ketat. Agency, advertiser, dan brand tak cukup hanya memperbanyak tayangan iklan. Mereka harus memahami perubahan kebutuhan konsumen dari awal Ramadan hingga arus mudik menjelang Idulfitri.

Temuan dalam whitepaper Ramadan Insight 2027: Reading the Rhythms of Ramadan yang diluncurkan Telkomsel Enterprise melalui solusi DigiAds mengungkapkan, perilaku konsumen selama Ramadan bergerak dalam tiga ritme utama.

Setiap fase menghadirkan peluang berbeda bagi brand untuk membangun kedekatan sekaligus mendorong penjualan. Berdasarkan telco insight Telkomsel, tiga fase tersebut meliputi masa beradaptasi dan mencari inspirasi pada 10 hari pertama, bersosialisasi dan berbelanja pada 10 hari kedua, serta mudik dan berkumpul bersama keluarga pada 10 hari terakhir.

Data ini menjadi bekal penting bagi pelaku industri untuk menyusun strategi pemasaran yang lebih relevan, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan konsumen.

Awal Ramadan, Konsumsi Konten Melonjak

Pada 10 hari pertama Ramadan, konsumen beradaptasi dengan perubahan rutinitas, mulai dari sahur, berbuka puasa, hingga aktivitas ibadah. Pada fase ini, trafik seluler saat sahur meningkat 77%, trafik layanan video dan streaming tumbuh 38%, sementara konsumsi konten religi naik 63% dibandingkan hari biasa.

Baca juga : Sapa RT dan RW, Kapolsek Pagaden Ajak Warga Desa Jati Hindari Permusuhan

Lonjakan tersebut membuka peluang bagi brand untuk hadir melalui konten yang sesuai dengan kebutuhan dan suasana Ramadan. Pendekatan yang relevan dinilai dapat membangun kedekatan emosional sekaligus menjadikan brand bagian dari rutinitas konsumen.

Memasuki 10 hari kedua, perilaku konsumen bergeser ke aktivitas sosial dan belanja. Persiapan buka puasa bersama, kebutuhan keluarga, serta perlengkapan Idulfitri mulai menyita perhatian.

Penggunaan aplikasi transportasi meningkat 58%, aplikasi kebutuhan sehari-hari dan ritel tumbuh 32%, sedangkan kunjungan ke pusat perbelanjaan naik 19%. Menariknya, sebanyak 88% konsumen yang berbelanja kebutuhan Ramadan masih memilih datang langsung ke toko fisik.

Angka tersebut menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital perlu terhubung dengan aktivitas belanja di dunia nyata. Kampanye yang mampu mengarahkan konsumen dari interaksi digital menuju gerai fisik berpeluang memperkuat keputusan pembelian.

Peluang Brand di Jalur Mudik

Pada 10 hari terakhir, perhatian konsumen beralih ke perjalanan mudik dan kebersamaan keluarga. Akses ke aplikasi perjalanan meningkat 32%, sementara 73% pemudik tercatat singgah di rest area untuk beristirahat, beribadah, dan makan.

Baca juga : Telkomsel Jabotabek Jabar Hadirkan Segudang Kejutan di Hari Pelanggan Nasional

Situasi ini membuka peluang bagi brand untuk menyampaikan informasi maupun penawaran sesuai kebutuhan konsumen selama perjalanan. Kehadiran iklan di lokasi dan waktu yang tepat dapat membuat komunikasi pemasaran lebih kontekstual, alih-alih sekadar menjadi gangguan.

VP Corporate Innovation, Sustainability, Marketing, and Digital Advertising Telkomsel, Mia Melinda, menegaskan bahwa keberhasilan kampanye Ramadan tidak semata-mata ditentukan oleh intensitas iklan, tetapi juga kemampuan brand membaca perubahan perilaku konsumen.

“Brand yang menang di Ramadan bukan yang paling lantang, melainkan yang paling memahami ritme konsumennya. Kebutuhan konsumen pada awal Ramadan sangat berbeda dengan kebutuhan mereka menjelang Idulfitri,” kata Mia.

Melalui DigiAds, Telkomsel Enterprise membantu agency, advertiser, dan brand memanfaatkan perubahan perilaku tersebut untuk merancang kampanye yang lebih tepat sasaran dan memberikan hasil bisnis yang lebih baik.

DigiAds Dorong Iklan Lebih Tepat Sasaran

Untuk mendukung strategi tersebut, Telkomsel DigiAds menawarkan beragam solusi iklan Ramadan 2027. Layanannya mencakup pesan kontekstual ketika konsumen mencari inspirasi, komunikasi berbasis lokasi untuk menghubungkan interaksi digital dengan kunjungan ke toko, integrasi brand dalam tayangan spesial Ramadan di MAXStream, hingga penempatan pesan di titik-titik perjalanan mudik.

Baca juga : Kebocoran Fiskal Tak Cukup Diatasi dengan Aturan, Harris Desak Pengawasan Diperkuat

Salah satu penerapan Contextual Messaging pada momen yang relevan tercatat mampu meningkatkan rasio klik hingga 2,6 kali lipat.

Temuan dan strategi tersebut dipaparkan dalam forum Ramadan Insight 2027: The Rhythms of Ramadan yang berlangsung di Jakarta pada 16 Oktober 2026. Forum ini mempertemukan agency, advertiser, brand, dan praktisi industri dengan menghadirkan pembicara dari Telkomsel, Meta, Nestlé, dan WPP.

Mia menambahkan, pemahaman terhadap perilaku konsumen harus diikuti eksekusi kampanye yang tepat agar iklan tidak sekadar menjadi distraksi, tetapi memberikan manfaat bagi konsumen sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.

“Dengan insight yang kuat dan eksekusi yang tepat, brand dapat hadir bukan sebagai distraksi, tetapi sebagai bagian yang relevan dari perjalanan konsumen. Inilah wujud Telkomsel Melayani Sepenuh Hati, dengan membantu bisnis tumbuh sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal