Kolaborasi Mahasiswa LSPR Institute dan Pengrajin Dorong Anyaman Bambu Desa Buniayu Tembus Pasar Dunia

Konfrensi Pers The Story Of Buniayu. (IST)
Sabtu, 10 Januari 2026, 21:57 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Salah satu upaya penting dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar internasional dilakukan melalui kegiatan Lokakarya product. Seperti halnya yang diterapkan sejumlah mahasiswa dari Institute LSPR ini.

Mereka berkolaborasi dengan komunitas pengrajin anyaman Bambu di Desa Buniayu, Kabupaten Tangerang dengan membuat The Story of Buniayu yang merupakan Program mata kuliah akhir sejumlah mahasiswa LSPR angkatan 27.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat potensi Desa Buniayu sebagai sentra anyaman bambu tradisional melalui digital training dan product development untuk memperkuat promosi dan daya saing produk Indonesia.

Melalui rangkaian kegiatan International Mentoring and Workshop Programme (IMWP) 2026, produk anyaman bambu Desa Buniayu akan diperkenalkan ke Malaysia.

Dalam proses pendampingan, mahasiswa bekerja langsung bersama para pengrajin Saung Bakul Buniayu. 

Baca juga : Polres Subang Beri Bantuan kepada Warga Terdampak Bencana Alam di Desa Mayang

Penggerak Saung Bakul Buniayu, yaitu Kang Dhany menyampaikan dalam kegiatan ini dia juga menggandeng Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Pemkab Tangerang.

"Ini untuk membuka peluang pengembangan produk anyaman bambu Desa Buniayu ke arah yang lebih inovatif dan bernilai, sekaligus menambah pengetahuan masyarakat tanpa meninggalkan tradisi lokal," ujarnya.

Ketua penyelenggara The Story of Buniayu, Moza Febrianita turut menyatakan melalui kegiatan ini, dirinya ingin mendorong penguatan UMKM serta keberlanjutan produk tradisional Indonesia melalui pelatihan digital dan pengembangan desain produk.

”Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat promosi digital, meningkatkan mutu desain produk, serta mendorong daya saing pengrajin lokal agar produk anyaman bambu dari Desa Buniayu dapat dikenal dan bersaing di pasar internasional. Pelaksanaan kegiatan kampanye terbagi menjadi tiga tahap" jelasnya. 

Di tahap Pre-event meliputi pelatihan digital, pendampingan pembuatan konten, dan pengembangan desain produk. 

Baca juga : Kadinkes Subang Beri Bantuan kepada Penderita Kanker Tulang di Desa Jatibaru

Sementara tahap Main-event akan diselenggarakan Mini Exhibition di Malaysia untuk menampilkan produk kepada audiens internasional. 

Sebagai penutup, di tahap Post-event akan dilaksanakan pembuatan video dokumenter, rangkuman konten media sosial, serta kunjungan lanjutan ke Desa Buniayu untuk melihat perkembangan pasca kegiatan kampanye.

The Story of Buniayu mengusung tagline “Reviving Indonesian Pride” sebagai simbol penguatan budaya lokal melalui kreativitas mahasiswa. 

Inisiatif ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) dan SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), melalui pendekatan edukasi dan komunikasi kreatif yang berkelanjutan. (WAH)

 

Baca juga : Polres Subang Kampanyekan Mudik Aman Keluarga Nyaman kepada Masyarakat

 

 

 

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal