LampuHijau.co.id - Kemerdekaan sejati bukan hanya soal bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka dalam akses informasi, pendidikan, dan kesempatan ekonomi. Di era digital saat ini, kemerdekaan itu salah satunya diwujudkan melalui akses sinyal dan internet yang merata hingga ke pelosok negeri.
Itulah semangat yang terus dinyalakan Telkomsel lewat program “Merdeka Sinyal”, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Menyalakan Semangat dari Perbatasan Negeri
Komitmen Telkomsel menghadirkan jaringan di pelosok bukanlah janji kosong. Sejak awal, Telkomsel telah menggelar BTS USO 4G LTE di Morotai, Maluku Utara, sebagai bukti nyata upaya pemerataan jaringan.
Direktur Network Telkomsel, Hendri Mulya Syam, menegaskan , komitmen tersebut merupakan tindak lanjut konsistensi Telkomsel untuk terus bergerak maju menghadirkan pemerataan akses jaringan broadband guna mendukung berbagai aktivitas digital masyarakat di seluruh pelosok negeri, tanpa terkecuali di wilayah 3T.
“Telkomsel bertekad untuk selalu hadir dalam setiap fase kehidupan masyarakat, dengan menggelar akses jaringan broadband yang merata dan setara mulai dari perkotaan hingga wilayah pelosok Tanah Air," tegasnya di Maluku Utara, (29/7).
Pernyataan ini menandai fondasi penting dari misi Telkomsel: membangun Indonesia tanpa sekat digital.
Visi Besar ‘Merdeka Sinyal’ untuk 280.000 BTS
Baca juga : 80 Tahun Merdeka, Lalu Hadrian: Pendidikan Kunci Indonesia Emas
Semangat ini semakin ditegaskan oleh Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, dalam pidatonya bertepatan dengan HUT ke-80 Kemerdekaan RI: "Melalui Nyalakan Semangat Indonesia, kami berkomitmen menjadi digital enabler yang mewujudkan masyarakat Indonesia berdaya saing tinggi untuk menciptakan masa depan gemilang," tuturnya dalam keterangan rilisnya, Jumat (15/8).
Dengan target pembangunan lebih dari 280.000 BTS yang menjangkau 97% populasi, Telkomsel menegaskan bahwa Merdeka Sinyal bukan sekadar slogan, tetapi peta jalan menuju Indonesia digital.
Dari Desa ke Desa: Jejak Nyata di NTT
Bagi warga di pedalaman, merdeka sinyal bukan hanya tentang kuota internet, tapi juga soal akses hidup baru. Kisah Desa Enoraen, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, menjadi bukti.
Manager Network Operations and Productivity Telkomsel di Kupang, I Wayan Sudana, menyampaikan “Warga Enoraen sudah bisa menikmati layanan jaringan Telkomsel langsung dari dalam rumah.” Rabu, (18/6).
Tak berhenti di situ, pada April 2025 Telkomsel memperluas jaringan di tiga desa baru di NTT. Masih menurut Sudana: “Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen Telkomsel dalam mendukung percepatan pemerataan jaringan internet di Provinsi Nusa Tenggara Timur.”
Hadirnya sinyal 4G di desa-desa terpencil membuka peluang baru, sehingga anak-anak bisa belajar daring, petani bisa menjual hasil panen lewat aplikasi digital, hingga nelayan bisa mengakses informasi cuaca dengan lebih mudah.
Sinergi dengan BAKTI: Papua Kuat dengan Sinyal
Baca juga : Layanan NIB Merdeka, Upaya Pemkot Tangerang Untuk Dorong Usaha Kecil Naik Kelas
Perjalanan Merdeka Sinyal juga menyentuh Papua, wilayah yang selama ini dikenal sulit dijangkau. Untuk itu, Telkomsel terus memperkuat kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) guna melayani jaringan telekomunikasi pada wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Tanah Papua.
General Manager Region Network Operations and Productivity Telkomsel Maluku Papua, Yasrinaldi, menegaskan kerja sama tersebut guna memastikan pemerataan akses layanan telekomunikasi berkualitas di seluruh Tanah Papua dengan membangun BTS Universal Service Obligation (USO).
"Di mana kerja sama yang di maksud ini secara sinyal dan network itu Telkomsel yang kelola sedangkan untuk infrastruktur atau tower di oleh Bakti," katanya di Jayapura, Kamis (19/9).
Menurut Yasrinaldi, saat ini pihaknya telah membangun 1.800 site di Papua akan tetapi untuk di Papua Maluku sendiri ada sekitar 5.500 site namun jumlah tersebut ini akan terus bertambah agar masyarakat hingga ke pelosok dapat terus maksimal mendapatkan layanan Telkomsel.
"Oleh sebab itu kami akan perkuat kerja sama dengan Bakti di mana sampai dengan akhir 2024 nanti di Papua akan ada tambahan 150 site baru dengan begitu semakin banyak masyarakat yang merasakan jaringan telekomunikasi," terangnya.
Sinergi dengan BAKTI ini dilakukan guna memastikan tidak ada lagi masyarakat Papua yang tertinggal dari arus digitalisasi.
Merdeka Sinyal, Merdeka Harapan
Merdeka Sinyal bukan hanya tentang teknologi. Ia adalah gerakan sosial dan nasional yang memastikan setiap warga negara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote, memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh.
Baca juga : Muzani: Jaga Konsensus Kebangsaan, Indonesia Dibangun dari Semangat Bersama
Apa yang dilakukan Telkomsel di wilayah 3T menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan terus hidup, menyala dalam bentuk yang paling relevan dengan zaman: konektivitas digital.
Dengan semangat “Nyalakan Semangat Indonesia Bersama Telkomsel”, Merdeka Sinyal menjadi pilar penting menuju Indonesia Emas 2045. Dari BTS di Morotai, sinyal di Desa Enoraen, hingga site baru di Papua semuanya adalah langkah nyata untuk memastikan bahwa tidak ada lagi wilayah Indonesia yang gelap sinyal.
Merdeka Sinyal adalah Merdeka Harapan. Dan harapan itu kini menyala, dari pusat kota hingga ujung negeri.
Refleksi Pribadi Penulis
Sebagai jurnalis yang kerap bertugas di berbagai daerah, saya sering menyaksikan langsung bagaimana kesenjangan sinyal memengaruhi kehidupan masyarakat. Di kota besar, orang bisa dengan mudah mengakses informasi dan layanan digital. Namun di pelosok, saya pernah menemui anak-anak yang harus berjalan beberapa kilometer hanya untuk mencari titik sinyal agar bisa mengikuti kelas daring.
Karena itu, program Merdeka Sinyal dari Telkomsel bukan sekadar angka pembangunan BTS atau proyek infrastruktur, tetapi wajah nyata dari sebuah harapan. Setiap menara yang berdiri di wilayah 3T berarti hadirnya kesempatan baru: pendidikan yang lebih layak, ekonomi yang lebih terbuka, dan masa depan yang lebih cerah.
Bagi saya pribadi, Merdeka Sinyal adalah pengingat bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada peringatan setiap 17 Agustus, melainkan harus terus diwujudkan dalam bentuk nyata: kesetaraan akses dan kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. (Asp)