LampuHijau.co.id - Geliat ekonomi di sektor pertanian pascabencana Gempa Palu di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu, belum terlihat adanya perubahan. Persoalan itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI). Demi terwujudnya pembangunan ekonomi yang merata kota Palu, GPEI meminta kepada pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk lebih perhatian, khususnya bagi para eksportir lokal, di sektor usaha produk holtikultura.
Ada beberapa faktor terjadinya pelambatan di bidang ekspor di Sulawesi Tengah khususnya pada produk pertanian. Pertama, karena kurangnya sinergitas yang terbangun antara GPEI dengan pengambil kebijakan dalam hal ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
Baca juga : Angka Pengangguran Turun, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tetap Terjaga Baik
"Pemerintah jangan hanya membuat kegiatan yang bersifat seremonial, akan tetapi tidak ada solusi bagi pelaku usaha. Kalau demikian terjadi, Sulawesi Tengah akan terus tertinggal dengan daerah-lainnya," terang Wakil Sekertaris Jenderal GPEI, Irjan A. Siradjuddin, saat mengisi acara diskusi bertajuk “Meningkatkan Ekspor di Daerah Dalam Menudukung Program Pemerintah” Kamis (19/9).
Irjan melanjutkan, gempa dan likuifaksi di Ibu Kota Sulawesi Tengah berdampak pada penurunan produksi padi cukup signifikan yakni sebanyak 1.074 ton dari luas tanam 353 hektare dengan produktivitas 54,62 per hektare. Penurunan produksi ini sangat merugikan petani. Akibatnya, petani di daerah itu belum sepenuhnya mengolah lahan, karena sebagian masih merasa trauma.
"Belum lagi dengan produktivitas lain, seperti coklat, kelapa kakao dan beberapa produk unggulan lainnya di Sulawesi Tengah mengalami penurunan yang signifikan," jelasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta kepada kepada pemerintah agar membentuk tim teksport untuk membahas persoalan ekspor di daerah Sulawesi Tengah pascaterjadinya bencana.
"Di mana tim di dalamnya terdiri dari dinas terkait kemudian kami dari GPEI itu sendiri untuk duduk bersama dalam membahas mengenai progres ke depan yang terkait dengan ekspor produk pertanian daerah," jelasnya.
Baca juga : Solusi Keamanan SMB dari Hikvision
Sementara itu Kepala Bidang Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Bidang Perdagangan Luar Negeri Sulawesi Tengah Ida Nursanti menyatakan bahwa pihaknya akan meningkatkan promosi untuk memperkenalkan produk unggulan yang ada di wilayahnya agar dapat diekspor.
"Seperti pada 16 Oktober nanti kami akan melakukan pendampingan bagi pelaku usaha pada pameran Trade Ekspo Indonesia. Dan kegiatan itu langsung didampingi oleh Kementerian Perdagangan. Kami akan membawa pelaku usaha, diantaranya dari Kopi Bintang yang akan mengikiti pendidikan bagaimana cara melakukan kegiatan ekspor," jelasnya. (Bit)