LampuHijau.co.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah. Hal itu dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan inflasi di Jakarta.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Arlyana Abubakar mengatakan, ada beberapa sinergi yang dapat dilakukan, di antaranya mendorong kegiatan MICE Event (Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition), mendorong sumber pertumbuhan ekonomi, mendorong iklim investasi, percepatan program sinkronisasi, serta mendorong digitalisasi pemerintah daerah dan masyarakat.
Baca juga : Hadapi Berbagai Tantangan, Bank DKI Utamakan Transformasi Perbankan
“Untuk mendorong digitalisasi dapat melalui efektivitas dan efisiensi sistem pembayaran non tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di beberapa sektor potensial,” kata Arlyana di Jakarta, Kamis (16/5/2024).
Lebih lanjut Arlyana menjelaskan, sinergi untuk pengendalian inflasi Jakarta juga dilakukan bersama dengan tim pengendali inflasi pusat (TPIP) dan tim pengendali inflasi daerah (TPID).
Baca juga : Pencapaian Gemilang Bank DKI, Raih Dua Penghargaan dari The Iconomics
Hal itu terus didorong melalui:
1. Penguatan strategi melalui strategi 4K, yakni menjaga keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif dalam inflasi pangan, salah satunya dengan perluasan KAD utamanya metode on farm dengan mitra daerah produsen.
Baca juga : Hadapi Bisnis Perbankan, Bank DKI Tekankan Pentingnya Beradaptasi
2. Menimbang kembali rencana penyesuaian tarif layanan publik dengan memperhatikan besaran dan waktuyang tepat hingga komunikasi kebijakan yang efektif kepada masyarakat.
3. Sinergi pengendalian inflasi dengan Bodetabek, utamanya melalui rakor, penguatan KAD, hingga penguatan pertukaran data dan informasi, serta monitoring potensi dan dampak rambatan global. (ULI)