LampuHijau.co.id - Fakultas Ilmu Komunikasi Public Relations Universitas Mercu Buana Kampus D Bekasi bekerja sama dengan Komunitas Literasi ‘Luarkurung’ menggelar diskusi bertajuk #JELAJAH, Sabtu (27/7) lalu.
Diskusi yang mengangkat literasi digital ini dihadiri oleh Albizia Akbar selaku editor in chief salah satu channel YouTube edukasi ‘Kok Bisa’ dan Kintansari Adhyna Putri yang merupakan founder dari ‘Global Empowerment Steps’.
Forum diskusi ini juga dihadiri oleh 27 peserta yang berasal dari sekolah-sekolah dan universitas di daerah Cileungsi, Bogor.
Albizia Akbar yang akrab disapa Albi menjelaskan mengenai dunia maya yang bisa menjadi ladang bagi banyak orang untuk belajar mengenai banyak hal, seperti yang dilakukannya bersama channel YouTube ‘Kok Bisa’.
Baca juga : 20 Tahun Derita Katarak, Karni Segera Jalani Operasi Difasilitasi Polri
Albi menjelaskan bagaimana channel YouTube ‘Kok Bisa’ dapat terbentuk dan tentang keresahannya mengenai konten-konten yang beredar di dunia maya yang mampu mempengaruhi impian, mimpi, dan target anak-anak yang bahkan masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Terkadang kita perlu menjelaskan hal-hal yang rumit dengan cara yang sebisa mungkin paling mudah dipahami. ‘Kok Bisa’ hadir untuk berusaha menjelaskan hal-hal mengenai edukasi yang rumit dengan cara yang mudah dipahami melalui video animasi,” kata Albi.
Sementara Kintansari Adhyna menjabarkan perihal kiat sukses belajar personal branding dan berjejaring melalui dunia maya. Mahasiswi Universitas Gadjah Mada itu menekankan bahwa salah satu dampak positif dari berkembangnya dunia digital adalah mengenai personal branding.
“Melalui personal branding di dunia maya kita juga bisa membentuk diri dan mengarahkan garis mimpi karna sebuah personal branding adalah sebuah janji pada diri kita sendiri,” kata wanita yang biasa disapa Kintan ini.
Baca juga : Jasa Raharja Tingkatkan Kualitas SDM Menuju Era 4.0
Selain itu, menurut Kintan melalui internet kita juga bisa menjalin hubungan dan membangun koneksi dengan orang-orang yang memiliki visi dan misi yang sama.
“Dari hubungan yang telah terjalin, kita dapat menghasilkan konten-konten positif dalam berbagai hal dan membagikannya melalui dunia maya sehingga mampu menjangkau pihak-pihak lain yang kemungkinan memiliki visi dan misi yang sama atau memiliki ketertarikan yang sama,” uacap Kintan.
Salah satu contohnya diambil dari komunitas yang dibentuk oleh Kintan sendiri, yaitu ‘Global Empowerment steps’. ‘Global Empowerment Steps’ ini merupakan sebuah komunitas yang bergerak untuk membantu masyarakat di daerah- daerah tertentu yang membutuhkan bantuan.
“Contoh kegiatan Global Empowerment Steps ini diantaranya mengedukasi anak-anak pemulung di sekitar daerah Bantar Gebang,” jelasnya.
Baca juga : Turbo HD dan HD X, Inovasi dari Hikvision Sebagai Solusi Keamanan Terbaru
Adapun nama #JELAJAH itu sendiri diambil dari pengalaman ketua luarkurung atas dunia digital yang dialami oleh pegiat komunitas Luarkurung.
“Selama ini saya belajar banyak dari internet. Ada berbagai macam bacaan, film, dan referensi pengetahuan di sana. Tapi tidak menutup mata juga di internet misalnya ada hoax, kebencian, dan hal negatif lainnya,” kata Ervirdi, ketua komunitas luarkurung.
“Menurut saya diskusi ini jadi hal penting. Jika internet saya ibaratkan seperti hutan belantara, karena di hutan ada buah-buahan, air segar, tapi juga ada binatang buas misalnya. Maka kita harus berusaha menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada di internet,” tambahnya.(HDS)