Braditi Moulevey: Predator Pricing Menghantui UMKM Indonesia

Sabtu, 30 September 2023, 11:39 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Maraknya pemberitaan tentang lesunya penjualan pakaian di Pasar Tanah Abang, pusat grosir terbesar pakaian di Asia Tenggara ini sangat mengkhawatirkan banyak pihak. Banyaknya toko yang tutup dan berkurangnya pembeli secara ekstrem akibat maraknya jual-beli online mengakibatkan pasar tradisional luluh lantak akibat tsunami jual-beli online ini.

Melihat kondisi tersebut, Braditi Moulevey atau yang akrab disapa Bang Levi, pengusaha muda berdarah Minang ini menyampaikan bahwa ancaman jual-beli online ini sangat mengkhawatirkan bagi pedagang tradisional yang mempunyai toko di pasar.

"Konsumen merasa lebih nyaman dengan melakukan belanja atau transaksi secara online, dikarenakan konsumen banyak diberikan kemudahan dan juga harga yang terkadang jauh lebih murah dibandingkan harga yang dijual di toko-toko di pasar tradisional," ujar Bang Levi yang juga merupakan Fungsionaris BPP HIPMI ini.

Hal itulah yang memicu terjadinya predator pricing terhadap pedagang yang berada di pasar tradisional. Bang Levi mencontohkan seperti yang terjadi di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur.

Baca juga : Braditi Moulevey: Dukung Penuh Tim Duren Sawit FC Menjuarai Dhefils Cup 2023

"Saya beberapa hari yang lalu turun langsung ke pasar Perumnas Klender menemui pedagang pakaian di sana. Mereka menyampaikan ke saya, bahwa dengan merk yang sama dan kualitas yang sama, pakaian yang dijual di online itu jauh lebih murah dibandingkan dengan harga modal yang mereka beli di grosir. Akibatnya mereka sangat dirugikan dengan kondisi seperti ini," paparnya.

Untuk itulah, kata Bang Levi, permasalahan tersebut harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah. Bang Levi meminta pemerintah segera menyelamatkan para pedagang UMKM yang saat ini masih bertahan di pasar-pasar tradisional.

"Kepada pengelola pasar, terutama Perumda Pasar Jaya, tolong dong kebijakannya yang berpihak kepada pedagang, saat ini pasar lagi lesu dan pedagang banyak yang merugi. Harusnya pihak pengelola pasar, duduk bersama pedagang untuk mencarikan solusi. Jangan hanya memaksakan untuk menagih pembayaran kewajiban saja," lanjut dia.

Menurut Bang Levi, Perumda Pasar Jaya sebagai BUMD yang merupakan perpanjangan tangan Pemerintah Daerah harusnya di saat kondisi pasar seperti ini bisa membantu masyarakat.

Baca juga : Braditi Moulevey: Hadir Memberikan Solusi Bagi Warga Jakarta Timur

"Jangan hanya mengejar keuntungan saja," kata Sekretaris ICMI Jakarta Timur itu.

Sedangkan untuk membantu UMKM, Bang Levi mengaku sedang menyusun program pelatihan melalui program“Usaha Bersama Bang Levi". Program itu disusun bersama teman-teman pengusaha di HIPMI.

"Saat ini saya lagi melakukan proses mendata teman-teman UMKM yang mempunyai usaha kecil atau usaha rumah tangga untuk bergabung. Program "Usaha Bersama Bang Levi” hanya dikhususkan bagi UMKM yang berada di Jakarta Timur. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk dikembangkan ke wilayah lain," papar dia.

Ditambahkannya, nantinya akan ada program-program peningkatan SDM para pedagang. Sebab para pedagang tidak bisa melawan kemajuan teknologi, akan tetapi harus menguasai teknologi tersebut untuk memajukan usaha. Bagi yang tidak bisa menguasai teknologi tentunya akan mengalami kesulitan untuk berkembang.

Baca juga : Braditi Moulevey: Ikatan Keluarga Minang (IKM) Harus Terus Menyatukan Perantau Minang dimanapun Berada

"Selanjutnya saya akan mempersiapkan aplikasi marketplace sederhana khusus untuk UMKM yang ikut bergabung bersama program saya. Harapannya melalui marketplace yang saya buat ini, akan membantu bagi teman-teman UMKM di dalam proses pengembangan pasar," tukas politisi dan caleg DPRD DKI Jakarta dapil 5 dari Partai Gerindra ini.

Kemudian, tambahnya akan ada juga program pembinaan usaha dari pihak profesional mulai dari pembinaan usaha, proses pembukuan dan pencatatan keuangan, pengembangan usaha, perluasan pasar hingga akses permodalan. .

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal