LampuHijau.co.id - Vice President Consumer Sales Area Jabotabek-Jabar Telkomsel Filin Yulia mengungkapkan, pihaknya melakukan banyak cara dan strategi untuk mensosialisasikan produk Telkomsel One di Area 2. Sebuah produk integrasi layanan mobile dengan fixed broadband atau disebut fixed mobile convergence (FMC) setelah indihome resmi menjadi milik Telkomsel per Juli 2023 lalu.
Dikatakannya, mulai dari ribuan sales force Agent, ratusan mobil Indihome, hingga GraPARI, dan Plasa Telkom bakal dikerahkan untuk menyosialisasikan dan melayani pelanggan yang ingin berlangganan produk Telkomsel One.
Baca juga : Personel Posyan Rest Area KM 86A Tol Cipali Imbau Pemudik tak Parkir Sembarangan
"Di mana ada 5.787 sales force agent serta 174 mobil Indihome yang dikerahkan ke masyarakat. Selain itu ada juga 126 Grapari dan Plasa Telkom serta 33 ribu outlet konten Telkomsel yang turut mensosialisasikan transisi FMC," ungkap Filin saat media update Telkomsel Area 2 di Denpasar, Bali, Selasa (8/8/2023).
Selain itu, menurut Filin, promo harga menjadi salah satu strategi yang kini direspons cukup antusias oleh para pelanggan. "FMC ini menyatukan dua kekuatan, intinya kami ingin selalu memberikan yang terbaik untuk pelanggan, menanggapi cepat kebutuhan dan keluhan pelanggan," tambahnya.
Baca juga : Kasus Keracunan Tewaskan Satu Keluarga di Bekasi, Polisi Pastikan Pembunuhan Berantai
Pada kesempatan yang sama, VP Network Service Management Area Jabotabek Jabar Telkomsel Moelky Furqan mengatakan, tim Telkom terus mensupport integrasi Indihome dengan Telkomsel.
"Tim Telkom masih di belakang kita men-support kita di masa transisi agar tidak terjadi penurunan kualitas. Kita tetap melakukan treatment seperti sebelumnya. Kita menjadi satu kekuatan yang tidak dimiliki operator lain,” kata Moelky.
Baca juga : Pos Pelayanan Nataru di Rest Area 102A Cipali Subang Sediakan Aneka Fasilitas
Moelky mengatakan, strategi yang dilakukan pihaknya untuk mendukung FMC adalah dengan meningkatkan jangkauan mobile dan fixed broadband. Telkomsel sendiri dikatakannya, sudah mematikan fasilitas 3G sejak Juli lalu. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan 4G.
"Kalau coverage mobile 100 persen kabupaten kota sudah terlayani. Begitu juga kecamatan 100 persen, dan kelurahan 95 persen. Sedangkan fixed broadband kabupaten/kota sudah 100 persen, kecamatan 90 persen, dan kelurahan 80 persen," jelasnya. (Asp)