Satelit Satria-1 Diharapkan Akhir Desember atau Awal Januari 2024 Sudah Beroperasi

Satelit Satria-1 akan beroperasi pada Desember 2023 atau awal Januari 2024. (Foto: Asp)
Senin, 31 Juli 2023, 17:01 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengungkapkan, usai diluncurkan pada 19 Juni 2023 lalu, Satelit Satria-1 akan menempati slot orbit 146 derajat Bujur Timur yang berada di atas wilayah Papua. Satelit ini nantinya akan dimanfaatkan untuk menyediakan akses internet di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T)

Satelit yang dirakit oleh Thales Alenia Space ini diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 milik SpaceX ini nantinya akan diuji terlebih dahulu mulai Desember 2023. Dan diharapkan pada akhir Desember atau awal Januari 2024, sudah bisa mulai beroperasi.

"Saat ini Satria-1 sedang berada di slot orbit 50 derajat. Nanti setelah sampai, diuji dulu. Pengujiannya sejak November. Diharapkan akhir Desember atau awal Januari 2024 sudah beroperasi. Jadi, masih on track," ungkap Project Manager Satria-1 PT Pasifik Satelit Nusantara Nia Asmady, saat acara media update yang digelar oleh Bakti Kominfo bersama FORWAT, di Greyhound Cafe, Jakarta, Senin (31/7/2023).

Baca juga : Peduli Sesama, Bhabinkamtibmas Desa Siluman Jenguk Warga Sakit Tipes

Sedangkan untuk mendukung pengoperasian satelit Satria-1, dikerahkan 11 stasiun bumi atau gateway yang berada di Cikarang, Batam, Banjarmasin, Tarakan, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Manokwari, Timika, dan Jayapura.

"Satelit Satria-1 merupakan proyek strategis nasional seperti tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 56 Tahun 2018 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional," kata Kepala Divisi Infrastruktur Satelit Satria Bakti Kominfo Sri Sanggrama Aradea, pada kesempatan yang sama.

Satelit Satria-1 yang berkapasitas 150 Gbps ini semula untuk melayani 150 ribu titik fasilitas layanan publik. Namun, agar kecepatan internetnya meningkatkan, kini diubah menjadi 50 ribu titik.

Baca juga : Masyarakat Diimbau Utamakan Keselamataan Saat Berkendara

"Kita rasionalkan dari 150 ribu titik menjadi 50 ribu titik. Agar satu titiknya bisa mendapatkan akses kecepatan 3-4 Mbps," jelas Aradea.

Bakti Kominfo sendiri, dikatakannya, akan mengutamakan fasilitas dari sektor pendidikan atau sekolah terlebih dahulu sebagai penerima akses internet dari Satelit Republik Indonesia-1 (SATRIA-1) jika sudah mulai beroperasi. Pasalnya, sektor pendidikan menjadi merupakan fasilitas yang jumlahnya paling banyak dan belum terkoneksi.

"Kalau disampaikan secara detail kami sangat memfokuskan ke (kebutuhan internet) untuk sekolah-sekolah dulu. Karena ini paling penting, ini fondasi dasar ini. Dengan banyaknya anak muda (di Indonesia), minimum ini mereka bisa dapat akses internet untuk belajar. Jadi ini memang target utamanya," tambahnya.

Baca juga : Libur Nataru, Masyarakat Diimbau Utamakan Keselamatan Saat Berkendara

Sementara dalam pengadaan proyek ini, Kominfo menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

"Bakti Kominfo selaku Penanggung Jawab Proyek Kerjasama (PJPK) telah melaksanakan proses pelelangan pengadaan dengan menetapkan Konsorsium PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) sebagai pemenang lelang, kemudian mendirikan Badan Usaha Pelaksana (BUP) dengan nama PT Satelit Nusantara Tiga (SNT)," pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal