Angka Pengangguran Turun, Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Tetap Terjaga Baik

Selasa, 2 Juli 2019, 16:27 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jakarta mencatatkan pertumbuhan ekonomi di Jakarta tetap kuat dengan kualitas terjaga. Bahkan, pertumbuhan yang mencapai 6,23% (yoy) itu mampu menurunkan tingkat pengangguran terbuka.

"Kualitas pertumbuhan ekonomi juga terjaga sebagaimana ditunjukkan oleh turunnya tingkat pengangguran terbuka dan membaiknya Indeks Pembangunan Manusia (IPM)," ujar Kepala Perwakilan BI DKI Jakarta Hamid Ponco Wibowo di Jakarta, Selasa (2/7/2019).

Menurutnya, tingkat pengangguran di DKI Jakarta mengalami penurunan dan mencapai 5,13% pada Februari 2019. Namun, ungkapnya, penyerapan lapangan pekerjaan paling dominan terjadi pada sektor informal.

Baca juga : Selama Masa Libur Idul Fitri, Pembangkit Cirebon Power Unit 1 Tetap Beroperasi

"Kinerja yang positif dari pertumbuhan ekonomi dan ketenagakerjaan ini pun mendorong membaiknya IPM di Jakarta. IPM Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2018  tercatat sebesar 80,5, meningkat dari indeks tahun lalu (80,1), menunjukkan level yang 'sangat tinggi'," kata Hamid.

Dia mengatakan, perbaikan IPM DKI Jakarta terutama didorong oleh dimensi hidup layak, yang dicerminkan oleh meningkatnya daya beli masyarakat Jakarta. Membaiknya daya beli ini ditunjukkan oleh komponen pengeluaran per kapita yang disesuaikan, yang tumbuh tinggi dari tahun sebelumnya.

"Dengan terjaganya momentum pertumbuhan ekonomi pada awal tahun 2019, Bank Indonesia memperkirakan fase perbaikan ekonomi DKI Jakarta dan stabilitas inflasi akan berlanjut hingga akhir tahun 2019," ucapnya.

Baca juga : Pascademo Rusuh, Anies Pastikan Ekonomi Jakarta Tetap Stabil

Bahkan, lanjutnya, pertumbuhan ekonomi ibu kota pada tahun ini diperkirakan akan tetap kuat disertai inflasi yang tetap rendah sebagaimana tahun sebelumnya. Pertumbuhan ekonomi tersebut, ditopang oleh kegiatan konsumsi baik swasta maupun pemerintah sejalan dengan tetap terjaganya tingkat ekspektasi masyarakat terhadap kondisi perekonomian serta meningkatnya belanja Pemerintah yang ditopang oleh inflasi yang terjaga rendah.

"Pembangunan infrastruktur masih tetap mendukung pertumbuhan ekonomi Jakarta meski lebih terbatas dari tahun-tahun sebelumnya. Kami akan terus memonitor berbagai perkembangan baik di  tingkat regional, nasional, maupun eksternal," tegasnya.

Tingginya pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2019, kata Hamid, disumbang oleh konsumsi dan net ekspor antar daerah di tengah penurunan ekspor luar negeri. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga  dan konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) masing-masing mencapai 5,85% (yoy) dan 16,49% (yoy), meningkat dari triwulan sebelumnya.

Baca juga : Personel Gabungan Amankan May Day di Jakarta Utara

"Aktivitas Pemilu juga menyebabkan net ekspor antar daerah tumbuh tinggi yakni sebesar 50,62% (yoy). Aktivitas ini sejalan dengan perkembangan di sisi lapangan usaha dengan kinerja yang meningkat pada lapangan usaha informasi dan komunikasi, jasa perusahaan serta jasa keuangan dan asuransi," jelasnya.

Pertumbuhan komponen-komponen tersebut, tegas Hamid, menopang pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta di tengah perlambatan konsumsi pemerintah dan investasi serta penurunan ekspor luar negeri. Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 18,88% (yoy), melambat seiring  dengan perlambatan belanja pegawai.

"Investasi tumbuh sebesar 0,23% (yoy), melambat seiring selesainya beberapa proyek pemerintah. Sementara itu, ekspor luar negeri mengalami kontraksi sebesar 6,69% (yoy) seiring dengan perlambatan ekonomi negara mitra dagang. Hal tersebut sejalan dengan kontraksi pada lapangan usaha industri pengolahan serta melambatnya pertumbuhan lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dan melambatnya pertumbuhan konstruksi," tandasnya. (ULI)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal