LampuHijau.co.id - Sambal grebek dengan cacahan cabai kering melengkapi panganan mi bakso, ceker, dan ayam di booth Paberik Mie yang berlokasi di space K65, Pekan Raya Jakarta (PRJ). Irisan daun sawi serta campuran rempah khusus menambah rasa lezat pada tekstur mie dan seruputan kuah.
"Yang pasti, makanan ini dijamin higienis karena proses pembuatnya menggunakan mesin canggih berteknologi tinggi dan mengadon bahan dengan sajian fresh," ujar Jenny Widjdja, Presiden Director Rbshop dan Paberik Mie, Selasa (24/6/2019).
Baca juga : Punya Latar Belakang Farmasi, Cowok di Tangerang Bikin Pabrik Ciu
Jenny mengatakan, seluruh proses pembuatan dilakukan dengan waktu yang singkat. Untuk membuat adonan dan mencampur bahan saja, kurang lebih hanya memakan waktu setengah jam. Atau paling lama hanya satu jam untuk menghasilkan 80 porsi.
"Mesin yang kita gunakan bentuknya kecil, portebel tapi canggih luar biasa. Mesin ini adalah hasil pengembangan anak bangsa yang sangat luar biasa," kata Jenny di sela-sela makan bersama dengan 150 anak yatim di PRJ.
Baca juga : Wali Kota Jaktim Apresiasi Baksos di Rawa Terate
Mengingat peminat mi ini cukup banyak, bahkan bisa meladeni ribuan pembeli dalam sehari, maka, pihaknya akan segera membuka pusat baru di Centra Bisnis Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dibukanya di lokasi tersebut juga sebagai jawaban atas banyaknya pecinta makanan mi di Jakarta.
"Jadi, karena stand pertama yang kami buka hanya ada di PRJ. Maka, selanjutnya akan kita buka di wilayah lain. Tentu dasar kami tetap menyajikan mie fresh tanpa bahan pengawet, air abu atau bahan berbahaya lain," katanya.
Baca juga : 200 Warga Bekasi Masuk Daftar Tunggu Mudik Gratis
Jenny menambahkan, sejauh ini pihaknya juga terus mendapat dukungan dari berbagai pihak. Salah satunya dorongan Bogasari untuk menciptakan inovasi dan kreasi baru sebagai panganan khas indonesia.
"Memang saat ini kami baru menyediakan mi ayam, mi bakso, dan mi ceker. Tapi ke depannya, kita akan membuat lebih banyak toping, inovasi dan kreasi baru," tandasnya. (drs)