LampuHijau.co.id - Ikut berperan dalam mengurangi dampak negatif terhadap iklim dan mengkompensasi emisi karbon, Telkomsel melalui inisiatif aksi corporate social responsibility, Telkomsel Jaga Bumi, meluncurkan program Carbon Offset.
Melalui program yang dikolaborasikan bersama platform Jejakin ini, pelanggan Telkomsel dapat menukarkan Telkomsel Poin yang dimiliki menjadi kontribusi yang setara dengan sebatang pohon untuk mengimbangi carbon footprint (jejak karbon), yang timbul sebagai konsekuensi dari aktivitas keseharian manusia. Program Carbon Offset sendiri bertujuan mengimbangi dampak carbon footprint dengan penanaman pohon Mangrove yang dapat menyerap CO2 dan memproduksi oksigen (O2).
"Sebagai bagian dari inisiatif Telkomsel Jaga Bumi, program Carbon Offset bersama Jejakin diharapkan dapat menjadi sebuah environmental movement dengan mengajak pelanggan setia Telkomsel berkontribusi dengan Telkomsel Poin, yang dimiliki untuk menanam pohon-pohon dalam upaya reboisasi bersama Jejakin.
Baca juga : Bertemu di Monas, Puan-Airlangga Jalan Santai dan Saling Sanjung lewat Pantun
Dengan membentuk proses reboisasi yang inklusif dan berkelanjutan, Telkomsel mengupayakan ekosistem aset dan kapabilitas teknologi terdepannya agar dapat mengambil peran terdepan dalam pelestarian bumi dan lingkungan hidup secara inklusif yang berkelanjutan, dengan mendorong penerapan prinsip keselarasan Environmental, Social, and Governance (ESG) di setiap aktivitas bisnis," tutur Vice President Corporate Communications Telkomsel Saki Hamsat Bramono, saat jumpa pers peluncuran program Carbon Offset, di Taman Wisata Alam Mangrove, Angke Kapuk, Jakarta Utara, Rabu (14/12/2022).
Lebih lanjut Saki mengungkapkan, program Carbon Offset ini lahir dari inisiatif Telkomsel Jaga Bumi yang berkolaborasi dengan platform Jejakin, sebuah environmental service company yang bergerak di bidang penanaman pohon (reforestation) dengan misi untuk mengakselerasi climate actions.
”Target awal kita sampai sekitar 13 ribuan pohon yang akan ditanam di 9 lokasi, PIK, Bali, Kalimantan Barat, dan di Jawa Tengah ada 5 lokasi. Caranya dengan tukar poin di aplikasi my Telkomsel dengan pohon Mangrove. Ini merupakan yang pertamakalinya di perusahaan telekomunikasi," ungkap CEO Jejakin Arfan Arlanda.
Baca juga : Temui Pelanggannya, Manajemen Telkomsel Area 2: Berikan Pelayanan Terbaik
Bagi pelanggan yang ingin berpartisipasi dalam program ini, dapat mengakses halaman kampanye Telkomsel Jaga Bumi dari situs telkomsel.com atau melalui banner Carbon Offset pada menu utama aplikasi MyTelkomsel.
"Selain dapat membaca penjelasan tentang carbon offset, pelanggan pun dapat melakukan perhitungan jejak karbon rata-rata per harinya menggunakan kalkulator Jejakin, yang menggunakan referensi standar World Agroforestry Centre. Setelah memasukkan jumlah rerata pemakaian handphone, laptop, AC, Tv mobil, dan/atau motor per hari pelanggan, halaman berikutnya akan menampilkan jumlah total jejak karbon pelanggan (dalam metrik gram karbon - gCO2), serta jumlah pohon yang perlu kita tanam untuk mengimbanginya," terang Arfan.
Sementara Saki menegaskan, Telkomsel Jaga Bumi sendiri merupakan sebuah inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan yang mempertegas komitmen Telkomsel sebagai leading digital telco company yang menggerakan perubahan di Indonesia. Dengan fokus menghadirkan dampak positif terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
Baca juga : Forkopimda Jatim Cek Pelaksanaan Vaksinasi di Lingkungan Pesantren
"Telkomsel Jaga Bumi mengimplementasi beberapa program yang berhubungan erat dengan proses bisnis perusahaan. Program Carbon Offset menjadi salah satu bentuk integrasi elemen proses bisnis di Telkomsel dengan upaya pelestarian lingkungan, yang kami harapkan dapat membuka peluang bagi masyarakat untuk turut serta berkontribusi dan berpartisipasi.
Ke depannya, Telkomsel akan terus membuka peluang kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk bergerak bersama Telkomsel dalam menjaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup. Mari bersama kita jaga bumi, demi terjaganya keberlangsungan masa depan kita semua dan generasi selanjutnya,” pungkas Saki. (Asp)