LampuHijau.co.id - Wujudkan sinergi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (SI), Bank DKI dan Bank NTT tanda tangani atau teken Nota Kesepahaman (MoU) pembayaran digital melalui co-branding uang elektronik dan aplikasi digital. MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Teknologi dan Operasional Bank DKI Amirul Wicaksono dan Direktur Utama Bank NTT Harry Alexander Riwu Kaho.
Penandatanganan tersebut juga disaksikan oleh Direktur Ritel & Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi serta Direktur Kredit Bank NTT Paulus Stefen Messakh. Demikian disampaikan Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
Baca juga : Dukung Digitalisasi RSUD, Bank DKI Siapkan Sistem Pembayaran Non Tunai RSUD Koja
Lebih lanjut, ke depannya Bank DKI akan mendukung Bank NTT dalam implementasi transaksi nontunai dengan menggunakan ekosistem digital yang dimiliki Bank DKI, serta branding yang dipilih oleh Bank NTT. Selain itu, Bank NTT dapat menggunakan platform digital ataupun produk E-channel milik Bank DKI, yang akan terintegrasi dengan JakCard sebagai kartu prepaid milik Bank DKI. Adapun penggunaannya, dapat digunakan untuk berbagai merchant yang telah bekerja sama dengan Bank NTT maupun sebaliknya.
“Kolaborasi ini semakin mendorong perluasan penerapan transaksi nontunai di seluruh Indonesia, dan harapannya dapat memberikan peningkatan ekonomi di berbagai sektor,” ujar Herry Djufraini.
Baca juga : Kinerja Positif, UUS Bank DKI Raih Penghargaan Indonesia Sharia Finance Awards 2022
Sebagai informasi, pengembangan kartu uang elektronik JakCard Bank DKI telah dimulai sejak tahun 2007, saat pertama kali izin JakCard diterbitkan. Hingga tahun 2021, JakCard telah dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan transaksi non-tunai penggunanya seperti tiket transportasi MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Railink, dan jaringan Mikrotrans. Selain itu, JakCard juga dapat digunakan sebagai tiket masuk ke berbagai lokasi wisata dan pembayaran berbagai merchant.
Kinerja JakCard hingga tahun 2021 sendiri telah mencapai 3,8 juta kartu beredar dengan volume transaksi mencapai 10,5 miliar rupiah. Berbagai kolaborasi yang dijajaki Bank DKI dengan sejumlah BPD tidak hanya menjadi bentuk implementasi sinergi BPD SI, namun juga menjadi penanda kepercayaan terhadap kapasitas teknologi yang dimiliki Bank DKI.
Baca juga : Sinau Bareng Cak Nun, Puan Diminta Jaga Indonesia
"Bank DKI juga terus berupaya untuk menghadirkan layanan ekosistem digital atau e-channel, untuk mendorong penerapan transaksi nontunai di berbagai komunitas di DKI Jakarta melalui JakOne Community Apps seperti JakOne Erte, JakOne Artri, dan Ancol Apps. Ke depan, Bank DKI akan terus melakukan inovasi layanan perbankan digital seperti JakOne Pay dan JakSchool,” tutup Herry Djufraini. (ULI)