Bantu 25 Juta Pelaku Ekonomi Rakyat, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat Akan Gelar Silatbar

Rabu, 16 Maret 2022, 12:27 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat berencana akan menggelar Silaturahmi Akbar (Silatbar) bersama 84 komunitas dan organisasi ekonomi kerakyatan. Acara ini bertujuan membantu pemerintah dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional yang terpuruk akibat pandemi Covid-19. 


"Sudah ada 84 Komunitas dan Organisasi Ekonomi Kerakyatan yang akan bergabung dalam Silatbar ini. Selain itu kita juga mengundang para menteri terkait ekonomi kerakyatan, seperti Menko Perekonomian, Menparekraf, para akademisi, pelaku usaha untuk menjadi pembicara," kata Ali Mahsun Atmo, inisiator Silatbar Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat di Jakarta Pusat, Selasa (15/3).

Silatbar akan digelar pada 24-25 Maret 2022 dan akan mengundang para stakeholder ekonomi kerakyatan. Seperti pemerintah, akademisi, organisasi usaha dan sebagainya. Tujuan Silatbar ini, menurut Ali, juga sebagai ajang silaturahmi bagi para organisasi dan komunitas serta pelaku ekonomi kerakyatan untuk merumuskan kebangkitan ekonomi kerakyatan setelah sempat terpuruk saat pandemi Covid-19.

Baca juga : Hadiri Natal DPP Partai, Mujiyono: Demokrat DKI Rumah Besar Umat Beragama

"Saat pandemi, ekonomi kerakyatan terkena imbasnya. Dan saat ini waktunya kita bangkit dengan berbagai program yang akan kita rumuskan dalam Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat di Silatbar ini," cetus CEO Pondok Gede Center ini.

Selain itu, program ini juga bertujuan agar rakyat menjadi subyek ekonomi. “Rakyat harus diberi kesempatan memiliki usaha, rakyat harus diberi kesempatan mendapatkan fasilitas usaha. Dan harus mendapatkan pendampingan untuk membentuk daya saing di era digital ini,” tegasnya.

Karenanya, Ali menargetkan, 25 juta pelaku ekonomi rakyat terregistrasi dengan baik dan benar hingga akhir tahun 2023. Maka pihaknya akan membuka kanal pengaduan untuk membantu ekonomi rakyat memenuhi persyaratan digital ekonomi.

Baca juga : Paguyuban Peternak Rakyat Nusantara Dukung Pemerintah Kendalikan Harga Telur dan Daging Ayam

“Akhir 2023, 25 juta pelaku ekonomi rakyat harus punya nomor induk pengusaha. Kita bantu, kita damping. Karena kalau tidak, banyak yang buta teknologi dan mereka akan kalah saing,” kata Ali.

Selain itu, pihaknya akan membantu pelaku ekonomi rakyat untuk mendapatkan sertifikasi halal, izin BPOM hingga NPWP. 

Ali menjelaskan, untuk menjangkau pelaku ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Kerakyatan juga akan membentuk kepengurusan di seluruh provinsi hingga tingkat dua, yang nantinya juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah.

Baca juga : Ikut Yuk! Alumni MTs Nurul Falah Pabuaran Akan Gelar Reuni Akbar

"Kita akan membuat pelatihan bagi para pelajar dan mahasiswa selaku relawan tentang bisnis ekonomi yang nantinya mereka akan menjadi pendamping para pelaku ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok," jelasnya.

Sementara Hery Haryanto Azumi, Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat mengatakan, akan dilakukan berbagai program kebangkitan ekonomi kerakyatan dalam Silatbar. Yakni, dengan melakukan pendampingan kepada para pelaku ekonomi kerakyatan, seperti pendampingan digitalisasi ekonomi, pembuatan serifikisasi halal, SIPT, BPOM, perlindungan hukum, dan termasuk mendorong pemerintah terkait perbaikan regulasi ekonomi yang menguntungkan para pelaku ekonomi kerakyatan.

"Karenanya kita juga akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder seperti pemerintah selaku regulator, termasuk juga dengan para pengusaha besar seperti KADIN. Tanpa kolaborasi dan kemitraan yang terjalin dengan baik akan sulit kita berkembang," ucapnya. (DTR)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal