OY! Indonesia, Startup Fintech yang Padukan Sistem Online dengan Offline

Rabu, 10 Nopember 2021, 21:52 WIB
Bisnis Expo

LampuHijau.co.id - Salah satu pemain di industri fintech adalah OY! Indonesia. Perusahaan yang terbentuk sejak tahun 2017 ini, menyebut layanannya sebagai money movement yang memfasilitasi semua proses keuangan. Mulai dari kebutuhan sehari-hari individu hingga kebutuhan bisnis di antara beberapa institusi, mulai dari berbagai bank komersial, bank digital, P2P Lending, e-money, dan perusahaan fintech lainnya. Menariknya, OY! Indonesia merupakan startup fintech yang memadukan antara sistem online dengan offline.

“Indonesia itu unik sebagai salah satu negara dengan perputaran uang yang sangat besar. Perputaran uangnya itu lewat beragam media. Ada yang digital dan ada pula yang cash. Kami melayani transaksi keduanya. Boleh dibilang, kami adalah aggregator dari sumber keuangan,” tutur Chief Executive Officer (CEO) OY! Indonesia Jesayas Ferdinandus saat diskusi virtual bertajuk ‘Peran Fintech Dorong Ekonomi Digital Indonesia’, yang digelar Forum Wartawan Teknologi (FORWAT), Rabu (10/11/2021).

Lebih lanjut ia menjelaskan, mengapa pihaknya membantu menghadirkan layanan untuk transaksi tunai. Berdasarkan data yang dimiliki, sebanyak 85 persen transaksi di Indonesia masih menggunakan cash.

Baca juga : Raja IX Denpasar Minta LaNyalla Koreksi Sistem Politik dan Demokrasi Bangsa

Menurutnya, meski banyak UMKM yang mencoba menjual barang secara online, faktanya masih banyak di antara mereka yang melakukan transaksi menggunakan cash. “UMKM itu walaupun mencoba jualan online, transaksi mereka masih banyak yang cash. Kami ingin support mereka. Oleh sebab itu, kami tidak hanya memberikan layanan untuk sistem online saja,” jelasnya.

Jesayas pun mengucapkan, sudah banyak perusahaan teknologi yang telah memanfaatkan teknologi pengelolaan money movement di OY! Indonesia, salah satunya KoinWorks.

KoinWorks sendiri merupakan platform peer to peer (P2P) lending yang banyak menjaring segmen pelaku usaha. Pada kesempatan yang sama, Jonathan Bryan, Chief Marketing Officer KoinWorks menyebut keberadaan OY! Indonesia sangat membantu dalam pengelolaan keuangan.

Baca juga : OJK Imbau Masyarakat Waspada Jebakan Pinjaman Online Ilegal

“Mungkin bisa dibayangkan, kita punya 1 juta customer. Kita harus transfer yang nominalnya tidak hanya Rp10 juta saja, bisa lebih dari itu. Atau untuk pengembalian kepada costumer. Bayangin kalau transaksi itu harus dilakukan tim finance kita. Itu imposible. Dengan teknologi yang dipunya OY! Indonesia kita tak perlu approval dari atasan,” jelasnya.

Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menganggap keberadaan platform OY! Indonesia mampu memberikan efisiensi di industri fintech di tengah ramainya pelaku teknologi finansial. Sehingga diperlukan kolaborasi antara perusahaan fintech. Jika tidak, akan sulit untuk bertahan di industri yang massif ini.

“Bila dilihat dari produk dan layanan yang ditawarkan OY! Indonesia, mereka mampu membantu mengelola transaksi yang terjadi dalam sebuah bisnis mulai dari hulu sampai dengan hilir. Mulai dari payroll, pengiriman uang, pembayaran invoice, uang masuk, cash management (digital money movement). Bahkan OY! Indonesia memiliki cash in transit di 10 kota di Republik ini serta penyediaan mesin ATM (offline money movement),” pungkasnya. (Asp)

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal