LampuHijau.co.id - Mengutip ucapan Wakil Presiden RI Jusuf Jalla (JK), Indonesia disebut sebagai negara kedua penyumbang sampah plastik terbanyak di dunia. Oleh karena itu JK mengajak masyarakat ikut mengurangi sampah plastik, salah satunya dengan budaya menggunakan botol minum.
Persoalan sampah plastik belakangan ini memang menjadi perhatian khusus. Bagaimana tidak, secara sifat, bahan plastik yang kerap kita gunakan tak bisa diurai dalam waktu cepat. Butuh waktu puluhan tahun untuk bisa mengurai sampah plastic secara alami. Karena itu penggunaan plastik bisa mencemari lingkungan.
Masalah plastik juga menjadi perhatian sejumlah selebriti. Penyanyi Tulus mengaku sudah mengurangi pembelian air mineral dalam botol kemasan.
Baca juga : Iiiihhh, Rambut Palsu Jenita Janet Jadi Mainan Hantu?
"Saya belajar untuk meminimalisir. Contoh botol plastik untuk minuman saya masih pakai, tapi saya lebih mengutamakan yang saya bisa isi ulang," kata Tulus di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2019).
Tulus mengaku, sedikit demi sedikit dia mencoba untuk mengurangi menggunakan plastik.
"Saya masih dalam proses mendewasakan diri untuk belajar lebih ramah terhadap lingkungan, lebih bertanggung jawab. Nggak cuma menggunakan sesuatu yang terus lima menit dipakai terus dipikirin kemana larinya, lebih bertanggung jawab, dari hal-hal sederhana," ujar Tulus.
Tulus yakin dengan hal sederhana dan pelahan dilakukan, bisa mengubah cara hidupnya dan berharap dapat mengatasi sampah palstik yang sulit terurai.
"Kayak misalnya botol minuman itu kan ada ring, kita buka tutupnya ada ring, itu kan ringnya banyak masuk ke leher penyu. Sebelum dibuang, itu dipotong dulu, digunting jadi meminimalisir setidaknya kita bergerak. Kalau nggak bergerak kondisinya lebih buruk," jelas Tulus.
Baca juga : Akting Film Action, Cinta Laura Tak Takut Cedera
Bukan hanya Tulus, artis peran Dian sastro juga melontarkan pendapat yang senada. Bagi Dian Sastrowardoyo peduli dengan sampah plastik merupakan bentuk kecintaannya pada anak cucu.
"Kalau saya tidak mengubah cara hidup sekarang (mengurangi penggunaan plastik), saya tuh lagi meracuni anak cucu saya sendiri dengan makan sampah plastik, yang akhirnya sudah bermutasi dalam ikan-ikan atau bahan makanan lainnya," jelas Dian Sastrowardoyo.
Dian Sastrowardoyo mengaku baru tahu kalau hanya satu persen sampah yang bisa didaur ulang. Selebihnya, 99 persen tertanam di tanah dan terbuang ke laut.
Baca juga : Netizen Serang Video Andre Taulany Minta Maaf
"Sekarang aku baru tahu, bahwa tidak seluruh sampah yang dibawa ke tempat pembuangan akhir itu bernasib sama. Tidak semua memiliki nasib untuk didaur ulang. Yang punya nasib di daur ulang di dunia ini ya, cuma satu persen. Terus apa kabarnya 99 persen lainnya ya? Tidak sampai ke tempat pembuangan akhir, akhirnya adanya di mana-mana, berserakan. Kan kasihan itu laut, yang rusak kan laut," tutur istri Maulana Indraguna Sutowo ini.
"Yang makan nanti binatang, yang makan kayak cumi-cumi, udang, ikan. Kan saya juga. Kalau saya tidak mengubah cara hidup sekarang, saya tuh lagi meracuni anak cucu saya sendiri dengan makan sampah plastik yang akhirnya sudah bermutasi dalam ikan-ikan atau bahan makanan lainnya," jelas Dian Sastrowardoyo. (Bit)