LampuHijau.co.id - Sara Wijayanto jadi korban pelecehan seksual lewat meme. Demian Aditya, sang suami pun tak tinggal diam. Pesulap itu memberi pelajaran kepada netizen yang telah melecehkan istrinya. Netizen pemilik akun Facebook bernama Firman akhirnya mengucapkan permintaan maaf yang diunggah Demian di Instagramnya, Jumat (14/8/2020). “Firman sudah saya temukan dan sudah meminta maaf, dia mengaku tidak membuat meme tersebut tapi dialah yang menyebarkan di group FB. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depannya. Walaupun saya tahu di group yang bersangkutan ada akun-akun bodong yang numpang mau viral juga ingin tampil dengan jelek-jelekin,” tulisnya.
Demian punya alasan mengapa memberi pelajaran ke netizen tersebut. “Perlu diketahui juga kenapa saya benar-benar concerned sama hal seperti ini. Pertama karena yang namanya sexual harassment terhadap wanita itu bukanlah sebuah lelucon, apalagi muka yang dipakai dalam meme itu adalah muka istri saya,” jelasnya.
Baca juga : WN Tiongkok Korban Pembunuh Bayaran, 4 Pelaku Ditangkap di Cikarang
“Ada yang bilang ‘itu kan cuma lucu-lucu-an aja’ dan ‘komedi kan bebas’. Dari memenya itu menunjukan bahwa wanita itu murah, hanya dengan dikasih iPhone dia mau memberikan ke’wanitaannya’ kepada orang. Apa iya seperti itu? Kalian boleh tanya ke @komnasperempuan @dearcatcallers.id, apakah itu lucu atau tidak. Ini bukanlah sebuah hal yang lucu, topik becandaan banyak kok, enggak perlu bawa2 dan merendahkan wanita,” tegasnya.
Sebagai suami, Demian merasa seharusnya membela sang istri. “Buat saya pribadi ketika istri saya dipermalukan dengan membawa-bawa pelecehan sexual di sana, saya sebagai suaminya punya hak untuk membela dan mengambil tindakan. Bercanda boleh-boleh aja, tapi ketika ada muka/foto dari keluarga yang saya cintai itu artinya harus siap dengan segala konsekwensinya,” jelasnya.
Baca juga : Mitra Pelaksana Kurban Online BAZNAS Jalani Pelatihan
Dia juga berterima kasih kepada admin dari FB Kegoblokan Tanpa Limit karena sudah men-takedown konten tersebut sehingga tidak dikonsumsi publik lagi. “Mari sama-sama kita bikin generasi selanjutnya, generasi masa depan ini jadi generasi yang menjadi panutan buat anak-anak kita nantinya. Berkarya bisa dengan cara lain, enggak perlu menjatuhkan harga diri wanita siapapun itu, wanita adalah calon ibu dan juga ibu dari anak-anaknya. Perlakukan orang lain sebagaimana kamu mau diperlakukan oleh orang lain,” pungkasnya. (LHTJ)