LampuHijau.co.id - Artis Nikita Mirzani meradang mendapat tagihan listrik sebesar Rp 26 juta. Dia merasa tagihan pembayaran listrik tersebut tidak masuk akal. Niki protes karena tagihan listriknya melonjak dari rata-rata Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan menjadi Rp26 juta per bulan. Hal itu diunggahnya di Instagram pribadinya, Rabu (4/2/2019).
"Udah berbulan-bulan bayar listrik normal dan gak pernah telat. Selalu bayar Rp4 juta atau Rp5 juta paling besar. Lah tiba-tiba ini disuru bayar Rp19 juta. Sekarang datang lagi tagihan Rp26 juta," ujarnya, dalam postingan Instagram, Selasa (3/12).
Baca juga : Artis Nikita Mirzani Dilaporkan Karena Iklankan Judi Online
Menurut Nikita, selama ini rata-rata biaya listrik yang dia bayar hanya sekitar Rp5 juta. Karena itulah dia mencoba menghubungi PLN untuk menanyakan tagihan yang membengkak.
"Katanya pihak PLN mau datang, tapi enggak datang-datang. Cuman habis gue Insya Story kemarin, baru pada gercep tuh, pada ke rumah," tutur Nikita Mirzani.
Janda tiga anak ini merasa keperluan listrik di rumah yang seluas 300 meter persegi itu tidak sebesar itu.
Baca juga : Bikin Ruangan Daycare, Kebayoran Lama Habiskan Rp50 Juta
"Mikir aja sendiri emang rumah gue mal tagihannya segitu. Di rumah juga cuma ada AC kalau siang dua yang nyala, kulkas dua, tv cuman satu. Sudah itu aja," ungkap Nikita Mirzani.
Menanggapi hal tersebut, Vice Presiden Public Relation PT PLN (Persero) Dwi Suryo Abdullah menjelaskan Niki bisa langsung datang kantor PLN untuk menanyakan data tagihan listrik.
"Sebaiknya, kalau berkenan pelanggan tersebut datang saja ke kantor PLN menanyakan apakah tagihannya sudah benar atau ada kesalahan," ujar Dwi.
Dwi menambahkan terkait tagihan listrik yang membengkak, sebaiknya langsung dikomunikasikan dengan baik dan tidak diunggah di media sosial. "Siapa tahu tagihan itu benar, kan malah malu sendiri," jelas Dwi.
Menurutnya, bisa saja tagihan listrik naik karena memang pemakaiannya banyak. "Kan meter kWh yang dipasang mengukur energi yang digunakan. Ketika menggunakan sedikit tentu diukurnya sedikit. Begitu pula sebaliknya, ketika digunakan besar akan mengukur lebih banyak. Identik dengan timbangan," papar Dwi.
Maka, dia menyarankan untuk mendatangi kantor PLN untuk mendapatkan detail penggunaan listrik. Dwi pun menyarankan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi, Nikita atau masyarakat lain bisa beralih pelanggan prabayar supaya pemakaian listrik bisa dikontrol.
"Sejak 2010 ada meter prabayar sehingga pelanggan bisa beralih ke prabayar sehingga bisa mengontrol pemakaian," katanya. "Mikir aja sendiri emang rumah gue mal tagihannya segitu. Di rumah juga cuma ada AC kalau siang dua yang nyala, kulkas dua, tv cuman satu. Sudah itu aja," ungkap Nikita Mirzani.(LHTJ)