Rhoma Irama dan Sejumlah Musisi Siap Tolak Gugatan Uji Materi UU Hak Cipta

Sabtu, 25 Desember 2021, 00:04 WIB
Berita Seleb

LampuHijau.co.id - Sejumlah musisi lintas generasi dan berbagai organisasi musik berkumpul mulai dari Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) seperti FESMI, PAMMI, KCI, WAMI,  LMK-PAPPRI, LMK-Pelari Nusantara, dan PRISINDO untuk menolak gugatan uji materi Undang Undang Hak Cipta yang diajukan oleh pihak perusahaan rekaman Musica Studio's ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Deretan musisi itu yakni Raja Dangdut. H. Rhoma Irama, Sam Bimbo, Acil Bimbo, pencipta lagu Dharma Oratmangun, dan masih banyak lagi.

Gugatan uji materi ini diketahui telah dilayangkan oleh Musica ke Mahkamah Konstitusi (MK) lewat kuasa hukum mereka, Otto Hasibuan, pada 12 November 2021. Diketahui, ada empat pasal dalam UU Hak Cipta yang dipersoalkan yaitu, pasal 18, 30, 122, dan pasa 63.

Gugatan uji materi ini dianggap sebagai upaya pihak perusahaan rekaman untuk mengambil kembali hak yang telah dikembalikan oleh negara kepada para pencipta lagu, penyanyi dan pemusik.

Berita Terkait : Sebar Hoaks Vaksin, Pemuda Indramayu Diciduk Polisi saat Sembunyi di Bekasi

Hal ini berdasarkan pada pasal 18, 30 dan 122 Undang Undang No 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, yang berbunyi bahwa hak atas lagu-lagu yang dijual putus setelah lewat waktu 25 tahun dikembalikan oleh negara kepada pencipta lagu, penyanyi, pemusik dan produser.

“Saya rasa ini, mudah-mudahan enggak salah, ini keserakahan kembali muncul yang terjadi pada era-era dulu ya. Tapi alhamdulillah teman-teman di sini kompak bersatu untuk membela haknya,” kata H. Rhoma Irama saat ditemui di Studio Soneta Record, Depok, Jumat (24/12).

"Oleh karena itu kita mohon dukungan kepada teman-teman seniman untuk melawan kerakusan di dunia seni ini,” tambahnya

Tak hanya Rhoma Irama, beberapa musisi yang hadir dalam konferensi pers tersebut juga menyatakan penolakan.

Baca Juga : Kasus Dugaan KTP Ganda Crazy Rich Bekasi Masuk Penyidikan Polda Metro

“Intinya adalah, gugatan ini hendak merubah atau menghilangkan beberapa pasal dalam undang-undang yang justru diperlukan agar supaya tawar-menawar antara pencipta penyanyi dengan produser itu setara,” kata Candra Darusman

Terkait dengan penolakan ini, Rhoma Irama dan beberapa musisi lainnya tersebut juga telah menandatangani berkas pemberian kuasa hukum kepada tim hukum yang terdiri dari 11 pengacara. Tim hukum ini dipimpin oleh pengacara Panji Prasetyo.

“Inti kami berkumpul adalah untuk menyiapkan strategi agar supaya Mahkamah Konstitusi tidak mau mengabulkan gugatan yang dilontarkan oleh perusahaan rekaman melalui pengacara Otto Hasibuan,” ujarnya

Ditemui ditempat yang sama pula, Ketua Umum KCI Dharma Oratmangun juga turut memberikan penjelasannya.

Baca Juga : Akhiri Polemik, BURT dan Sekjen DPR Batalkan Proyek Gorden Rumah Dinas Rp43,5 Miliar

“Pemerintah dan Lembaga DPR sedang diuji kewibawaanya sebagai pembuat Undang Undang. Jadi produk Undang Undang ini kan dari Pemerintah dan DPR, Jadi jelas upaya Uji Materiil yang dilakukan oleh Musica ini melawan pemerintah dan DPR serta lebih dari 250 juta rakyat Indonesia, karena DPR adalah wakil dari 250 juta Rakyat Indonesia. Oleh karena itu Upaya untuk merampas hak eksklusif dari para pemilik Hak Cipta ini harus kita lawan,” jelas Dharma.

Tak ketinggalan, Panji Prasetyo selaku ketua dari kuasa hukum yang berjumlah 11 orang juga turut menyampaikan keterangannya.

“Jelas ada upaya dan praktek-praktek yang tidak baik, oleh karena itu harus kita lawan. Kita sudah mempersiapkan argument-argumen untuk melawan ketidak adilan, hak Cipta lebih penting daripada hak master,” ujar Panji Prasetyo.

Index Berita
Tgl :
Silahkan pilih tanggal untuk melihat daftar berita per-tanggal